PESONA DEWATA DAN RITUS KEAGAMAAN ORANG BALI

Perjalananku dengan pesawat Garuda GA724 tanggal 14 Januari 2010 saya anggap istimewa. Sudah lama saya

Sebuah Pura di kota Singaraja

menghindari naik pesawat pembawa nama lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sudah mahal, terus selalu terlambat, itu pengalaman saya. Ketika masih belum canggih seperti sekarang untuk dapat ticket susah. Selalu bilang penuh, tetapi ketika berada di pesawat banyak tempat duduk yang kosong. Kali ini berbeda. Saya mendapat tempat duduk 30 F berada paling belakang di jendela. Hanya satu kursi kosong antara saya dan seorang di lorong tengah. Berangkat  dan tiba tepat waktu. Setelah boarding jam 6.30 WIB kami disuguhi satu kotak minuman jeruk manis.  Setelah beberapa saat  terbang kami mendapat sarapan omlet yang masih hangat dari oven. Selain buah dan minuman juga ada yoghurt  sedap buatan negeri keju Swiss. Sedap sekali. Semuanya dilayani para parmugari berwajah ibu-ibu. Sangat berbeda dengan penerbangan domestik lainnya yang semakin hemat, sampai air putih saja ditiadakan. Sudah hampir mirip naik bis kota. Yang berbeda adalah tidak ada penumpang berdiri. Soal jarak kursi mirip dengan Metromini kota Jakarta.

Mandala, sebuah nama indah untuk sebuah perusahaan penerbangan di negeri kepulauan ini. Sepotong cerita kesal para calon penumpang jadi berita. Mereka menerima semua uang ticket yang telah mereka bayarkan. Tetapi mereka tidak bisa menerima keadaan, karena berbagai rencana batal akibat Mandala menutup usahanya tanpa pengumuman kepada para agen tiket.  Kehilangan Mandala, mungkin ini yang membuat semua tempat duduk di semua penerbangan penuh terisi. Dan akhirnya saya memilih Garuda. Cuaca tidak bersahabat. Beberapa kali pesawat berguncang keras. Kuping saya berdenging tak nyaman, mungkin ketinggian ditingkatkan. Beberapa saat saya pulas dalam tidur kompensasi jam istirahat yang tersita persiapan menuju bandara sebelum keberangkatan jam 06.30 WIB. Saya harus keluar dari rumah jam 04.00 subuh. Terjaga lagi oleh pengumuman bahwa kami akan segera mendarat. Pesawat yang sama ini akan terus mengudara lagi menuju Perth, Australia.

Seorang kerabat Emil Bei dari Flores Trail menyambut ramah di pintu kedatangan. Setelah memperkenalkan saya pada seorang pengemudi, kami menuju area parkir. Sebuah kendaraan APV berawarna silver dengan seorang pengemudi ramah Made Karya  menghantar saya untuk urusan di Bali hari ini. Kami menuju komplek perkantoran  Gubernur Bali. Bertemu seorang teman di sana, kemudian kami menuju pantai Kuta di Hard Rock Café. Di sini kami berjumpa dengan seorang yang akan memediasi pertemuan kami dengan Bapak Gubernur Bali. Dia bisa dengan mudah menerobos birokrasi kaku untuk bertemu dengan petinggi propinsi pulau dewata ini. Beberapa informasi telah diusahakan dengan menghubungi ajudan Gubernur Bali. Bapak Gubernur sedang dalam acara sebuah partai politiik. Hasil  akan disampaikan kepada kami setelah pertemuannya dengan Bapak Gubernur keesokan harinya.

Saya memilih tidak bermalam di Denpasar. Sopir akhirnya menghantar saya ke Singaraja. Pemandangan sepanjang perjalanan membelah pulau Bali ini yang memberikan saya kesimpulan bahwa manusia Bali menjalankan kehidupan dengan cara unik. Hari-hari mereka adalah waktu  padat ibadah. Hidup itu adalah sebuah perjalanan ritus. Bali memang punya pesona istimewa, pesona para dewata. (Bersambung…BABI GULING, BUAH APEL  dan BURAT WANGI)

Advertisements

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in JELAJAH and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s