BOSS CAN DO NO WRONG

Pasti bukan rahasia. Dan juga bukan sesuatu yang aib untuk mengatakan secara terbuka. Bahwa lebih mudah membuat janji daripada memenuhinya. Yang paling enak adalah membuat janji dengan diri sendiri dan tidak menyangkut orang lain. Janji pada diri sendiri lebih merupakan sebuah niat. Sebuah keinginan untuk melakukan sesuatu yang baik. Janji-janji adalah program-program yang dilaksanakan dan diawasi oleh diri sendiri. Diri sendirilah yang jadi bossnya. Jelas hukumnya. Boss can do no wrong. Benar saja. Selalu bisa ditoleransi dan dimaafkan.

Pada penghujung tahun saya pernah membuat semacam resolusi bagi diriku sendiri. Segala sesuatu yang berkaitan dengan diri selalu ada beda. Lihat saja kalau kita memandang foto wajah sendiri. Wajah kita seolah punya rona dan warna khas yang selalu enak dibuka dan dipandang lagi. Terkadang orang juga bicara tentang kerendahan hati, tetapi pada saat yang sama sedang melambungkan diri di atas kepala orang lain. Resolusi, kali ini saya turunkan tekanan dari komitmen menjadi niat. Ternyata saya tidak memenuhi itu selama sembilan hari.

Salah satunya saya penuhi, yaitu bangun pagi pada waktunya. Pada mulanya saya menyetel alarm pada telepon genggam saya. Kenyataannya saya dibangunkan oleh para orang saleh yang meninggikan Tuhan di berbagai mesjid yang meraung-raung di sekitar rumah tinggalku. Suara-suara ini yang membangunkan saya. Menulis tentang suara-suara ini, saya teringat kembali ketika  pertama kali bermalam di Jakarta. Suara-suara seperti ini aneh di telinga saya. Lengkingan suara yang panjang dan gemanya sempat mengingatkan suara tangisan dan ratapan  orang meninggal di Mauromba.  Selama lebih dari 20 tahun hidup di Flores, suara-suara ini tidak kedengaran pada malam gulita di wilayah yang sebahagian terbesar orang Katolik. Disana yang ada hanya senyap. Orang tenggelam dalam mimpi pagi. Tak banyak orang berdoa pagi di sana. Karena yang Katolik adalah pulaunya. Orangnya diragukan imannya. Tetapi kalau ditanya, tegas akunya orang Katolik. Kalau ada om dan tante beragama Islam mereka berdoa dalam kekhusukan yang sunyi. Allah diucapkan dalam bisik. Karena Tuhan memang tidak tuli. Karena itu tidak ada raungan keras disana. Namun akhir-akhir ini setelah ada uang bangun menara, Allah terasa jauh lebih tinggi dari menara dan kini sudah ada lengkingan tajam seolah Allah kurang peka pendengarannya.  Ternyata raungan di menara hanya dari sebuah alat rekam, sementara om dan tante tetap saja biasa menyapa Allah dalam kesahajaan.  Mereka yakin seyakin-yakinnya bahwa Allah maha mendengar dan peka termasuk pada semua yang tak terucapkan.

Saya bisa bangun pada waktunya karena begitu banyak orang telah lebih dahulu bangun dan mengumandangkan pujian atas kebesaran Allah.  Ada hikmahnya berada bersama orang saleh. Ibarat masuk kandang kambing, paling sedikit saya mendapat bau amis   kencing dan tahinya, saya berada sekitar orang-orang saleh yang selalu berdoa 5 kali sehari, saya mendengar gemanya kumandang kuasa Allah. Pagi hari dingatkan bahwa saya juga bisa melakukan hal serupa memuji dan mensyukuri hari baru yang Tuhan berikan dengan sedikit membuang waktu kurang dari lima menit jalan ke gereja Santo Aloysius. Setiap hari ada perayaan misa  pada jam 6 pagi.

Ada niatku untuk membuat posting setiap hari. Komitmen atau resolusi saya akhirnya diturunkan derajatnya menjadi niat. Bukan untuk mudah mengabaikannnya. Saya juga tidak ingin mengabaikannya. Ada saja sandungannya. Saya tidak bisa memposting karena komputer rumah saya ada kerusakkan. Karena itu baru pada tanggal 10 Januari 2011    dapat tampil lagi di sini. Inilah enaknya membuat janji bagi diri, melanggar pun tidak ada sanksinya. Karena akulah bosnya. Benar saja. Kata guru bahasa Indonesia saya jangan terlalu mempersalahkan diri.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s