AKU HARUS MAJU, AKU HARUS MAMPU DAN AKU HARUS MAU

Saya  dan pasti semua  manusia sejagat dan segala isinya sedang berada pada penghujung  tahun 2010. Posting ini menjadi catatan terkahir saya untuk tahun 2010.  Seperti semua tulisan dan setiap posting saya tidak pernah ada yang disiapkan. Karena ini catatan akhir pada penghujung hari penutup tahun 2010, saya ingin mengungkapkan syukur saya pada Tuhan. Karena penyertaanNya yang membuat saya sehat dan kuat sampai pada hari ini. Deo gratias, syukur pada Allah.

Tanggal 29 Desember 2010, Timnas Indonesia menang dalam pertandingan melawan Malaysia di Senayan. Tetapi sayang jumlah gol yang dikemas ke gawang Malysia tidak cukup untuk mengkukuhkan TIMNAS untuk menerima Piala AFF. Ada kebanggaan dan optimisme pada satu sisi sementara di seberang sana ada setumpuk kekecewaan seluruh pencinta sepak bola Indonesia. Dan saya termasuk dalam kelompok yang bangga dan sekaligus kecewa berat itu. Ternyata ini adalah kekecewaan bangsa Indonesia dan juga kekecewaanku pada penghujung Tahun 2010.

Tahun 2010 akan segera berakhir. Menoleh ke belakang terkadang membuat seorang pejalan kaki di tempat sepi menjadi takut. Menoleh dan melihat kembali rentang  panjang perjalanan pribadi dan keluarga tentu perlu juga. Pertanyaan mendasar adalah apakah yang telah saya lakukan dalam kurun waktu satu tahun? Kehidupan yang berharga adalah kehidupan yang memberi arti kepada orang banyak.

Kehadiranku mungkin berarti bagi keluargaku. Sebagaimana semua keluarga dan bahkan kehidupan manusia umumnya, kami juga mengenakan topeng senyum dan bahagia. Dalam keterbatasan indera orang bisa melihat dan membaca situasi kami. Seperti kata seorang pesohor yang penyair katanya, kita hanya mempunyai lima jari angan-angan. Semuanya serba rabaan dan terkaan. Dalam ketelanjangannya kita berhadapan dengan tubuh asing. Semua senyum bisa saja duka dan perih. Semua tawa mungkin menjadi jeritan keras minta dipahami dan diterima.

Yesus pernah mengecam orang Farisi yang munafik bagaikan kubur yang tertutup. Banyak makam bercat rapih, tetapi di dalamnya teronggok tulang dan daging rapuh. Karena memang manusia itu bertopengan, selalu menampilkan wajah kubur batu bercat putih. Selalu indah. Siapa yang tahu betapa besar kebusukan hati kita. Kalau ada yang merasa tidak pernah berdosa silahkan melemparkan batu kepada seorang wanita pezinah yang tertangkap tangan, kata Yesus kepada kamu Farisi.  Kisah menarik  dalam kitab suci jelas mau mengatakan bahwa kita semua pernah melakukan tindakan tercela. Saya juga orang berdosa. Mea culpa, mea maxima culpa….

Tahun 2010 telah ditutup dengan sebuah kegagalan TIMNAS  meraih tropi AFF. Tahun 2010 segera kita lewati. Menilai jujur,  ternyata tahun 2010 telah saya lewati dengan senyum yang mungkin  disalah artikan. Dalam senyum mungkin tersimpan duka dan perih. Dalam tawaku mungkin tersirat  jeritan minta tolong yang tak kesampaian. Tahun 2010 juga menjadi tahun  kubur bercat putih. Ternyata itu hanya penampilan luar. Didalamnya aku seperti onggokan tulang dan daging rapuh dan berbau busuk.

Selamat datang Tahun 2011. TIMNAS harus siap menghadapi SEA Games melawan Malaysia lagi. Malaysia telah memiliki tenaga muda yang padu. Musuh TIMNAS Indoneisa. Lalu secara pribadi siapa musuh saya sesungguhnya?  Dan saya  harus siap melawan musuhku sendiri  yaitu diri sendiri. Tak ada kata mundur. Tak ada kata aku tidak bisa. Tak ada kata aku tak mau. Karena saya harus terus maju. Saya harus siap hadapinya  dan saya harus mau untuk mencapai perubahan dan pembaharuan. Hidup memang penuh tantangan.

Hadirkan Tuhan dalam setiap tindakan kita. Hadirkan Tuhan dalam keluarga. Maka apa pun keadaannya kita akan selalu bersyukur. Bersyukur untuk keberhasilan sekecil apa pun dan bersyukur juga pada Tuhan yang telah menegur kita melalui sebuah kekagalan. Yang jelas tidak ada hidup yang gagal, karena kegagalan adalah bagian tak terpisahkan dari sebuah mosaik hidup yang namanya keberhasilan. Bersama Tuhan tak ada yang mustahil. SELAMAT MENYONGSONG TAHUN 2011.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in PERJALANAN HIDUP. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s