PERAMPOK DEKAT RUMAH

Hari ini saya mengikuti ibadah pagi di Gereja Katolik dekat rumah. Jarak gereja dengan rumah saya sekitar 100 meter. Semua Gereja Katolik selalu ada misa  jam 6.00 pagi. Jadi sok saleh menulis tentang kehadiran saya di gereja pagi hari. Saya bukan seorang yang sangat rajin. Dalam masa persiapan Natal (Advent) saya sedikit menyediakan waktu khusus memperbaiki diri, menyiapakan hati saya untuk kedatangan Tuhan Yesus pada hari Natal. Persiapan yang terbaik adalah dengan konfesio (pengakuan) atas kekurangan, kelemahan  dan dosa. Konfesio saya lakukan tergantung keadaan hati saya. Yang biasa saya lakukan adalah pada saat saya ingin bepergian jauh dengan pesawat terbang juga pada menjelang hari ulang tahun.

Seorang ibu berumur separuh baya, berbadan pendek mengenakan baju putih berbordir di bagian depan tiba-tiba berdiri depan umat setelah imam meninggalkan altar. “Bapak-ibu saya pagi tadi dirampok di dekat jembatan. Setelah saya melewati jembatan, tiba-tiba seorang memukul belakang saya. Saya kaget seperti ada strom. Dalam keadaan sadar saya pikir ada strom. Saya sempat teriak, kemudian pingsan. ketika sadar tas saya sudah tidak ada. Saya sampaikan ini untuk  mengingatkan saudara-saudari sekalian agar berhati-hati”, demikian kata ibu korban perampokan. Kami semua mendengar dan beberapa ibu kemudian mengelilinginya berbicara dengan ibu tersebut.

Di Cijantung ada jembatan penyeberangan dekat tempat sampah telah sering terjadi pencopetan dan penodongan. Ibu yang menjadi korban hari ini naik kendaraan umum dari arah Bogor, turun depan Goldbond, tak jauah dari pool Mayasari Bhakti. Dia merasa lega bahwa dia bisa mengikuti kebaktian pagi, dia menyeberangi jembatan sempit. Setelah melewati ujung jembatan, seorang yang bersembunyi di antara tumpukan bambu keluar dan menyergapnya.  Lokasi penyeberangan tidak jauh dari gereja St. Aloysius Cijantung. Hati-hati kata sang ibu, dan benar banyak bercerita bahwa sering terjadi hal serupa di lokasi ini. Perampok memang dekat rumah dan gereja.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s