AKSARA LOTA ENDE DI MAUROMBA

Dalam kolom Sosok Kompas, Kamis, 9 Desember 2010 menampilkan Mustafa Saleh Nggae sebagai ahli waris aksara Lota Ende. Disebut akasara lota karena aksara ini ditulis menggunakan media daun lontar, sebenarnya bisa saja aksara kodi (lontar) dalam bahasa Keo. Akasara lota tidak umum di kenal di pulau Flores. Karena sesungguhnya budaya Flores tidak mengenal tulisan.  Budaya tulisan dalam aksara lota juga belum lama. Aksara in berasal dari luar Flores. Perkiraan kami aksara ini masuk ke Flores, bersama masuk agama Islam ke Ende. Islam masuk ke pesisir selatan Flores, khusus Ende, Numba dan terus merambat ke Barat sampai wilayah Nagekeo.  Dan Islam masuk wilayah Nagekeo sekitar satu abad lalu. Orang  Nagekeo wilayah pesisir selatan, teristimewa Embo, Maunura, Mauromba mengenal Islam dari orang Numba (Ende).  Angkatan pertama Islam bisa dilacak.  Haji Bema Mbaro, Muhammad Saleh Ria Mbaro adalah orang-orang Islam angkatan pertama yang pergi haji. Mereka naik haji pada tahun 1957. Islam masuk Mauromba kira-kira tahun 1920an.  Islam masuk Mauromba karena sebahagian keturunan orang Romba berasal dari Numba, yang lebih dahulu mengenal Islam. Agama Islam sendiri masuk Flores melalui para nelayan Bugis. Kisah Rogo Rabi di Mauromba merupakan bukti kehadiran orang Bugis di sana (lihat post kami tentang Ata Lomba).

Aksara Lota ataa tulisan lontar sangat dikenal di dua wilayah Indonesia. Aksara lontar sangat dikenal di Bali dan Makasar. Bali lebih kaya akan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan upacara keagamaan. Merujuk pada sejarah Indonesia,  agama Hindu Bali  lebih dahulu berada di Indonesia daripada agama Islam. Karena aksara lontar sudah dikenal dalam budaya dan kehidupan penganut  Hindu Bali saya kira aksara lontar masuk Indonesia berasal dari peninggalan Hindu Bali. Penyebaran luas ke Makasar adalah berkat jasa para pelaut Bugis.

Tahun 1985 kami pernah belajar tulisan lontar dari seorang Mauromba, Bapak Sulaiman (Sleman).  Beberapa orang di Mauromba dan Daja yang beragama Islam, yang juga pelaut  mengenal huruf-huruf ini. Dia juga sudah lupa beberapa huruf, karena sudah tua dan tidak pernah digunakan lagi. Katanya bisa dikembangkan. Tulisan lontar merupakan suku kata.   Di Mauromba tidak ada jejak tulisan Lontar. Tetapi sebahagian orang Mauromba yang beragama Islam dan berlayar mengenalnya.  Tulisan hanya sekedar mengungkapkan cinta pada wanita.

<p

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s