IKAN, UDANG DAN KERANG BERKLORIN DAN FORMALIN

Ikan segar berformalin

Sebuah stasiun televisi swasta menyajikan investigasi tentang bahan makanan berbahan kimia berbahaya.  Berdasarkan informasi ini,  ada kemungkinan semua ikan laut yang terjual luas di pasar-pasar ikan tradisional tercemar kimia berbahaya. Ikan-ikan itu kelihatan segar karena dicelup dalam klorin. Klorin adalah bahwan pemutih pakaian atau banyak digunakan untuk pembersih kolam. Fromalin adalah bahan pengawet, yang umumnya digunakan untuk jenazah. Kedua bahan ini bisa menimbulkan iritasi pada usus dan kanker.

Suatu saat keluarga kami yang gemar konsumsi ikan laut itu heran bahwa kepala ikan kakap mengeluarkan warna merah. Ikan laut seakan luntur setelah direbus dalam panci berisi air. Sejak itu tak pernah lagi kami membeli kepala ikan kakap, yang berwarna merah. Kami juga akhirnya berhenti konsumsi daging kerang yang berwarna merak kekuningan.   Namun kami masih terus membeli ikan yang lain dan mengkonsumsinya.

Beradasarkan siaran televisi Sabtu 4 Desember 2010, saya yakin kami telah mengkonsumsi begitu banyak bahan kimia, melalui ikan laut yang nampak segar dan licin sisiknya, ikan bandeng presto yang mengkilat, dan kerang yang selama ini kami cicipi dengan penuh gairah, ternyata kami terus menambah deposti bahan kimia berbahaya.

Memangnya gue pikiran kata seorang yang diwawancarai televisi tentang ulah curang dan mematikan ini. Sungguh para pedagang kita sudah kehilangan naluri kasih sesama manusia. Kesadarannya sudah begitu tumpul. Apakah kita harus berhenti membeli ikan dan kerang saat ini. Ikan dan kerang yang biasa bau amis mengundang lalat, menjadi sebuah barang pajangan yang selalu segar dipandang mata. Ini menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi petugas pengawasan.

Patut disayangkan kalau petugas pengawasan hanya mengatakan bahwa para pedagang nakal memanfaatkan peluang karena kurangnya kesadaran masyarakat. Tanpa diendus media, pasti tak akan pernah menjadi perhatian petugas pengawas makan dan minuman. Pasti tidak tunggu sampai mucul satu generasi Indonesia penuh penyakit baru kita semua disadarkan.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s