MENIKMATI VARIASI MENU MAKAN

Sore ini saya tertidur pulas. Ketika terjaga sudah jam 17.00 WIB. Saya teringat untuk pergi membeli lauk di restoran pak Min. Isteri saya tidak masak hari ini. Kami ingin menikmati masakan dari luar. Ada sedikit catatan tetang Pak Min. Sampai sekarang saya belum pernah menanyakan nama lengkapnya. Dia punya dua anak laki. Seorang menjadi tentara dan seorang lagi menjadi polisi. Di rumah makan terpajang foto pak Min berssama isteri diapit kedua anaknya berseragam lengkap. Penempatan foto di ruang utama menunjukkan sukacita dan kebanggaan pak Min. Setiap keluarga merasa berhasil melalui pencapaian anak-anak mereka. Dan pak Min dapat dianggap berhasil. Pak Min mengawali usahanya dengan menjadi seorang tukang potong daging di restroran China.  Di restoran China selalu ada pembagian tugas. Juru masak, menerima bahan masakan dari tukang potong.  Tukang potong daging dan sayur sudah tahu semua bahan yang diperlukan untuk dimasak. Tukang masak adalah orang yang paling tahu menggunakan resep bumbu masak.  Pak Min sebagai tukang potong sudah tahu bagaimana menyiapkan segala keperluan masakan China. Dia kemudian menjadi juru masak dan dengan demikian dia mengetahui resep masakan. Pak Min adalah contoh belajar sambil bekerja. Dia sesungguhnya belajar bekerja. Rumah makan Pak Min adalah cerita panjang dari sebuah proses belajar itu. Dan saya telah mengenalnya sejak dia merintis usaha dari belajar menjadi tukang potong daging.

Jakarta sekarang semakin sesak dengan kendaraan yang terus meningkat jumlahnya. Jalan-jalan Jakarta sudah seperti tempat parkir kendaraan. Terkadang tidak ada yang bergerak. macet total. Sore ini saya juga tidak mau terjebak dalam kemacetan. Menyebalkan. Akhirnya saya dan isteri memilih makan sore di rumah makan Pizza. Kami seharusnya bisa jalan kaki karena memang dekat, walau akhirnya kami bawa kendaraan sendiri.Menu-menu di rumah makan ini sudah kami hafal. Karena kami sering ke sini dan coba mencicipi variasinya.  Anak-anak kami sudah pada dewasa, mereka tidak pernah mau mengekori kami lagi. Kami  jadi sering pergi makan berdua. Untuk menghilangkan kejenuhan resep rumah, kami selalu pergi makan di luar. Terkadang di rumah makan Pizza kami hanya menimati salada saja disamping sup.  Hari ini kami ke rumah makan Pizza hanya untuk makan nasi. Ada nasi ayam (chicken teriyaki) dan nasi daging baso (meat ball). Kedua menu ini adalah menu baru untuk rumah makan Pizza. Enak tak enak tetapi sebagai variasi kami menikmatinya. Hidup memang tidak boleh terus biasa, datar saja,  monoton, hidup harus punya variasi.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to MENIKMATI VARIASI MENU MAKAN

  1. selamat sore…
    saya adalah anaknya Pak Min, sebelumnya saya terima kasih karena sudah menjadi pelanggan rumah makan Pak Min..
    saya menjawab atas pertanyaan bapak yg belum tahu siapa nama kepanjangan pak Min, nama bapak saya adalah Wagimin biasa di panggil akrab Pak Min, dan saya adalah putra pertamanya yg menjadi TNI.

    Terima Kasih..

  2. Tanagekeo says:

    @Mas Joko. Terima kasih sudah mampir di blog ini. Pak Wagimin pasti tahu pak Vitalis depan gereja katolik Cijantung. Kami pelanggan setia lebih dari 20 tahun. Kami biasa mendapat porsi ekstra khusus untuk capacai dan mie goreng. Bungkusan terasa lebih besar dan penuh. Salam buat pak Min. Sukses selalu untuk Mas Joko dan adiknya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s