SAMBAL FLORES

 

Bakar ikan itu merupakan hiburan...makan ikan bakar adalah kenikmatan...;

Di semua rumah makan Padang ada dua jenis menu sampingan yang selalu ada yaitu sambal hijau dan daun singkong. Daun singkong di rumah makan padang selalu berwarna hijau. Katanya untuk menjaga agar sayuran tetap hijau sebelum daun direbus dicelupkan dulu dalam minyak goreng. Sambal padang punya cita rasa sendiri. Sambal pecel lele,  nasi uduk dan ikan lele goreng punya rasa beda. Cara buatnya cabe merah, bawah merah dan tomat dalam keadaan utuh digoreng. Kemudian diiulak-ulak ditambah dengan terasi. Cara membuatnya hampir sama dengan membuat bumbu gado-gado.

Sambal Flores. Saya pernah mencicipi ko-payo di Wolowea, sambal dengan tomat. Di Mauromba ada siekolo mbeli, itu sambal dibuat dari cabe, garam ditambah dengan mbeli (sejenis tau cho). Mbeli dibuat dari daging kelapa yang dibusukkan. Sangat sedap buat lalaban (reto keno). Ada juga siekolo tagadai (sambal tomat), ada seikolo mbindi (sambal goreng ddicampur blimbing. Siekolo mbindi bagi saya sangat sedap kalau digoreng sama ikan asin. Selama saya di Flores, ini sambal kesukaan saya bercampur ikan-ikan kecil (ika tepe).

Di rukun tetangga kami (RT) semua kenal yang namanya sambal Flores.  Sambal ini menjadi terkenal ketika ada arisan bapa-bapa  satu RT di rumah saya. Saya membeli ikan di pasar Kramat Jati sebsear telapak tangan sebanyak 20 kg. Waktu saya beli saya minta  dibersihkan dan dibelah oleh tukang dagang ikan. Saya bawa sebuah peti pendingin minuman ringan. Saya pernah jadi pedangan minuman ringan, jadi saya punya peti berwarna merah dengan logo COKE. Itu dulu ketika saya menganggur dan mencari kesibukan dengan berdagang minuman bahkan pernah jadi tukang sayur. Semua ikan saya masukkan dalam peti ditambah es.  Batu es harus ditambah, karena untuk keperluan arisan malam hari, ikan dibeli pagi hari di pasar Kramat Jati., Cililitan.

Malam hari tiba, semua bapa-bapa berkumpul untuk arisan.  Di halaman dibuatkan dua tungku untuk panggang ikan. Sambil berasap-asap ikan dipanggang. Semua pada duduk di luar rumah ada yang di batu-batu sambil menunggu acara makan.  Sambil bercanda riang beberapa orang mengelilingi api unggun memanggangi ikan. Ikan yang sudah dibakar ditaruh dimeja beralaskan daun hijau. Nasi dan lalaban disediakan. Sambal yang disajikan adalah SAMBAL FLORES.  Sambal Flores demikian dinamakan karena punya rasa istimewa  terutama malam itu karena ada ikan bakar. Sambal ini disebut sambal Flores, karena saya orang Flores, dan menurut mereka ini cita rasa baru dari Flores. Pada hal hanya cabe diiris-iris dicampur garam, bawang merah dan kecap asin manis. Sedap….ternyata tidak hanya sambal Padang atau sambal Batak dan mungkin kini ada sambal bajak dalam botol. Kita punya sambal Flores…yang huh..huh..flup.fluf sedap…

Advertisements

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s