PULANG KAMPUNG TEMU PERHATIAN DAN KASIH

 

Tanta Agatha Dee sedang membawa ayam untukku, ketika saya berkunjung di rumah kakek di Boamau

Setiap kali saya pulang kampung, satu hal yang saya lakukan adalah memasuki kampung-kampung kami. Saya berjalan dan berteriak-teriak menyalami (wuku reu) orang-orang di kampung. Sedikit menghindari masuk rumah, duduk dan merepotkan sambil lalu saya menyapa dari halaman. Siang hari itu saya berada di kampung Mauromba. Untuk lepas kangen kampung halaman, saya berjalan kaki ke Romba Wawo. Sebuah kampung induk kami.  Mauromba terdiri dari tiga kampung. Romba Wawo, Romba Mena dan Romba Nuamuri.  Ketika saya akan keluar dari kampung seorang wanita mengejar saya. Evie Bedha menyampaikan sesuatu ke tangan saya. Dua buah telur ayam telah direbus. Bagi orang Nagekeo ini sebuah tanda kasih. Dan saya menerima dengan penuh pengertian akan perhatian luar biasa. Telur ayam pasti diambil dari sangkar. Dan itu pasti yang masih segar, pasti bukan yang sedang dierami.

Suatu sore, seorang wanita berusia lanjut dari kampung  Ua datang mencari saya. Dia Emakao (tanta)saya, emakao Mbena  Oka kakak kandung dari mama saya. Dia mengapit seekor ayam dan sebatang tebu berwarna merah. Tali..setelah menyapaku  dia melepaskan bawaannya di tenda rumah kemudian memeluk saya, memandang dan mengusap kepala saya.  Dia lalu bercerita Nuwa sakit. Nuwa Oka kakaknya laki-laki. Dia om saya yang sedang sakit.  Ketika akan pisah saya memberikan sedikit uang Rp. 50.000,- Uang itu lalu diselipkan pada ikatan kainnya. Kemudian saya mendengar cerita bahwa Emakao berkunjung lagi ke om saya. Dia lalu tanpa melihat uangnya dia menyerahkan uang itu ke Om saya. Te Nuwa tau su’a (ini Nuwa untuk ongkos suntik). Waktu itu kalau mantri kesehatan datang biaya suntik vitamin hanya Rp. 5.000,- Tanta saya berpikir uang yang saya berikan hanya Rp. 5.000,-

” Om malam ini ke rumah”, kata seorang wanita, dia keponakan saya Wilhelmina Bhudhe. Dia mengundang saya untuk makan malam di rumahnya. Seekor ayam disembelih dan itu khusus disiapkan untuk saya. Supaya  ada teman bicara dia juga mengundang Bapak Gaspar Wala. Di tengah himpitan kehidupan ekonomi menjamu dan menyiapkan minuman tuak dan bir serta  mengundang secara khusus itu tanda perhatian dan kasih yang luar biasa.

Pengalaman-pengalaman kasih seperti ini di kampung dan yang paling berkesan bagi saya. Seorang guru saya Benediktus Gedju adalah  model seorang guru yang selalu diingat. Dedikasi pada tugasnya dan kasih sayang pada semua murid-muridnya. Saya termasuk salah seorang yang terus membina hubungan sampai saat ini. Setiap kali saya berlibur pasti saya diundang atau kalau tidak saya mendatangi rumahnya. Untuk saya selalu ada yang khusus.  Dihadapannya saya merasa seperti masih menjadi muridnya. Dalam usia yang tidak lagi muda, dihadapannya saya merasa seorang anak muridnya dan bernostalgia.

Beberapa pengalaman di kampung dibandingkan  dengan perjalanan panjang kehidupan di kota Metropolitan membuka mata saya melihat perbedaan. Kota dengan kehidupan penuh pamrih membuat segala sesuatu diperhitungkan. Sampai senyum dan canda juga dijaga untuk memenuhi tata krama. Semua obrolan dan canda menjadi sebuah basa basi. Terkadang sungguh basi, karena yang diungkapkan tidak  mencerminkan perasaan hati sejatinya. Kembali ke kampung seperti menjadi sebuah rekoleksi. Disana saya mengumpulkan kembali kekuatan-kekuatan hati yang telah hilang. Di kampung halaman saya merasa disapa lagi  dengan panggilan anak-anak. Semangat anak kecil ini, adalah semangat kemurniaan, semangat untuk bertumbuh dan berkembang lagi.  Di desa aku bisa menerima telur, ayam dan tebu atau pisang dalam perhatian dan kasih yang tak ada takarannya, perwujudan kasih tanpa pamrih.

 

Advertisements

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s