NAGEKEO KEKURANGAN WARUNG NASI

Uang saja tidak memberi jaminan anda hidup nyaman di Nagekeo. Anda bisa kelaparan dan kehausan. Ini pengalaman saya ketika berada di Nagekeo terakhir kali.  Hampir semua perjalanan dengan kendaraan umum Bis Kayu ( mobil truck dipasang papan lintang untuk duduk) selalu diawali pada pagi hari pukul 4.00 pagi. Bagi orang kota seperti Jakarta jam seperti ini sudah mendekat siang. Karena kota hanya sempat sepi sesaat kemudian denyutnya dan kebisingan sudah mulai setelah jam 2 pagi.

Perjalanan darat di sejumlah wilayah Nagekeo Selatan dengan  kendaraan umum mengawali perjalanan dari Daja kemudian melwati kampung kami Mauromba, maka para penumpang dari wilayah ini sudah berada di atas kendaraan sangat pagi. Kebanyakan penumpang tidak sempat mandi dan minum. Setelah mengambil penumpang di sepanjang jalan, kendaraan tiba di Raja sekitar jam 8 pagi. Seterusnya kendaraan akan menuju Mbay, Ende dan Bajawa. Sepanjang jalan tidak ada kesempatan minum dan makan pagi. Ada satu warung nasi sederhana di pertigaan. Rumah makan sederhana ini menu utamanya, nasi ikan dan ayam. Terkadang ada sayur pucuk labu siam. Makanan lain roti kecil. Semuanya ini buatan asrama susteran Katolik di Raja. Sayang sampai jam 8 pagi masih belum buka.

Hal serupa saya alami ketika berangkat dari Maumbawa ke Mbay. Jam 8 pagi di Boawae semua warung nasi belum buka. Saya sampai berusaha mencari teman kelas saya, yang kerabat mama dan om saya Abu.  Ketika akan kerumah dia sudah di jalan. Saya memaksa sampai di rumah. Dalam hati ingin mendapat minuman panas. Karena perapian berasal dari kayu bakar, niat saya bertahan tak terpuaskan. Dan saya hanya minta ijin  melegakan badan melepaskan air limbah olahan tubuh sendiri di kamr kecil.  Warung nasi di Nagekeo masih bisa dihitung dengan jari. Kita mulai dari Timur ada satu warung di Nangaroro, dan satu di  Raja, 2 di Boawae, 5 di Danga.

Hati-hati melakukan perjalanan. Anda harus menghitung waktu perjalanan sehingga tidak kelaparan di jalan. Terlalu pagi kita tidak bisa dengan mudah singgah di rumah kenalan. Ini bedrarti kita tidak punya kesempatan minum dan makan pagi. Boleh punya uang, tetapi tidak ada yang bisa kita lakukan dengan uang di tangan. Nagekeo kekurangan warung nasi. Maaf kalau tulisan ini sudah pernah saya catat dalam blog ini. Siapa tahu ada orang yang melihat ini sebagai peluang bisnis. Yang jelas ada kebutuhan, berarti ada kesempatan untuk mensuplai dan itulah peluang usaha.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s