GAYUSGATE DAN BUYUNG NASUTION MENJILAT LUDAH SENDIRI

Pagi hari ini saya sempat menonton televisi. Yang menarik perhatian saya adalah Gayusgate. Media ibu kota masih melihat Gayusgate menjadi topik utama di halaman depan. Pengacara kondang dan Ketua Mahkamah Konstitusi lantang bersuara dengan kepentingan berbeda. Buyung Nasution yang ingin mundur kalau ketahuan Gayus kabur telah menjilat ludahnya. Ia tetap setia mendampingi Gayus katanya untuk membongkar segala macam mafia. Semua tahu peran dan kata-kata pengacara tak ada yang bisa dipegang. Ketika seorang anak saya sekolah di Fakultas Hukum, isteri saya bilang, jangan jadi pengacara. Gara-gara sering nonton  film India, semua pengacara dianggap berbohong oleh istri saya. Ketua Mahkamah Konstitusi Mahmud MD jelas, tegas menuding Gayus telah menyusahkan banyak oraneg.   Jangan dengar teriakan Gayus untuk tidak memiskinkan keluarganya, karena bila Gayus masih punya uang maka dia masih terus mengatur.  Gayus telah memiskinkan dan membuat susah banyak orang. Bankan Mahmud MD sengit berkata kalau saja Gayus punya uang dia bisa atur semua, bahkan  kencingnya pun diminum orang.

Gayusgate akan makan siapa lagi?  Pengakuan Gayus menyeret nama besar tokoh Golkar Aburizal Bakrie. Malah ada yang menuding Gayus ke Bali punya kaitan dengan tokoh yang dirancang menjadi RI Satu ini.  Gayus  sempat tersendat suara dan meneteskan air mata buaya di depan Ibu Hakim, tetapi  kemudian tersenyum dan mengerlingkan mata di hadapan pengacaranya.  Gayus yang berbohong dan kemudian mengaku keberadaannya di Bali selalu didukung pengacaranya. Bila benar tujuan pendampingan pengacara berambut putih dan makan asam garam dalam berbagai kasus hukum, maka Buyung Nasution, sebagaimana diungkapkannya ini merupakan pintu masuk menengok dan membongkar segala macam mafia.  Ini yang mendorong Buyung Nasution bertebal muka dan menjilat ludahnya sendiri. Semuanya harus dibongkar. Adakah kasus politik  berbau dan berbunyi dalam kasus Gayusgate? Tanyakan saja pada rumput dan pasir gunung Merapi. Yang jelas Gayusgate bisa menggoyang beringin besar Golkar.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s