GAYUS TAMBUNAN BERMAIN UANG DAN POLISI BERMAIN MATA

Ruhut Sitompul seingat saya paling heboh kalau mulai bilang Bapak SBY presiden kita yang saya hormati… Begitu hormat dan kagumnya  pada Bapak SBY presiden kita yang dihormati, sampai mendaulat yang sangat dikaguminya itu  menjadi empu negeri ini sekali lagi. Dia biasanya bicara meledak-ledak. Setiap kritik dan saran selalu disanggahnya.  Sayang Ruhut Sitompul pakar hukum dan pengacara itu kini bagaikan macam bergigi majal.

Tandingan  Ruhut Sitompul adalah  Gayus Tambunan, seorang tahanan dibiarkan berkalana sampai pulau Dewata.  Dia sungguh manusia Indonesia yang paling heboh. Gayus Tambunan, seorang anak muda pegawai pajak sederhana, tetapi ia bagaikan macan bergigi tajam menerkam dan merobek-robek wajah aparat kemanan bangsa ini.  Berapa orang aparat pemerintah telah jadi mangsanya. Dia tahu umpan santapan mangsanya.  Begitu mudah dan murah umpan yang Gayus Tambunan lemparkan.  Uang dan uang itu umpannya. Begitu sederhana. Gayus telah membeli semuanya dengan uang. Dengan uang dia membuat jeruji besi terbuka.  Gayus orang yang paling tahu menikmati kesenangan hidup ini.  Ruang sempit rumah tahanan tak pernah membuat siapa saja merasa nyaman demikian juga Gayus.  Gayus tahu kapan memainkan kartu yokernya.

Dengan iming-iming sejumlah uang polisi bermoral durja di Markas  Kepolisian yang paling disegani bisa bermain mata dengan Gayus Tambunan penghuni rumah tahanan. Uang telah membuat sejumlah aparat melupakan segalanya. Mereka lupa daratan, lupa keluarga dan lebih lagi mereka lupa kehormatan.  Kini nasi sudah jadi bubur. Aparat keamanan sudah terlanjur melupakan nilai-nilai hidup, yang mereka perjuangkan selama ini. Gayus Tambunan begitu licik sampai memperdaya sekian banyak aparat. Tak pernah bisa kita bayangkan Gayus menambah panjang  dan masih akan jauh lebih panjang dari sekarang daftar orang tercemar namanya.

Gayus Tambunan orang yang paling tahu caranya membagi dukanya. Sebentar lagi banyak yang bakal  meratapi nasib keluarganya. Namanya tercoreng dan ekonomi keluarga terhempas ke tanah.  Kasihan sejumlah aparat dan keluarganya… tetapi siapa yang salah? Gayus Tambunan hanya bisa melakukan semuanya karena memang  terlalu mudah Polisi di negeri ini selalu pandai  bermain mata.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in PERJALANAN HIDUP and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to GAYUS TAMBUNAN BERMAIN UANG DAN POLISI BERMAIN MATA

  1. Natsir says:

    Untuk kesekian kalinya saya mengagumi saudara saya yang satu ini, produktive, tulisannya enak dibaca dan informative. Sesekali kalau kangen dengan kampung halaman maka saya mengunjungi bloq eja jao ndia na…harapan saya mungkin ada informasi baru dari kampung yang bisa saya dapatkan.. bukan hanya informasi yang berorienatsi ke Nagekeo, Mau Romba, Daja dan sekitarnya tetapi infomasi nationalpun ikut juga menjadi perhatiannya.
    Saya sangat prihatin dengan keadaan di tanah air terutama dengan wabah korupsi. Sulit kiranya kita bisa menghindari korupsi di Indonesia. Kita tidak menyadari bahwa memperpanjang KTP dikelurahan dengan membayar lebih itu juga merupakan salah satu bentuk korupsi. Tetapi ini adalah cara praktis untuk mendapatkan pelayanan publik, kalau tidak maka urusan yang bisa selesai dalam satu hari bisa dua atau tiga minggu baru selesai, sungguh sangat tragis. Gayus hanyalah ujung dari sebuah gunung es (just a tip of an iceberg), mudah mudahan kapolri yang baru bisa mengupas tuntas (kalau cukup panjang nafasnya) kasus Gayus ini. Orang semacam Pak Kusno Duadi seharusnya dilindungi bukannya dibuat jera dengan dimasukan ke bui agar tidak ad peniup pluit yang lainnya yang mengikuti jejaknya. Kalau kasus Gayus bisa dikupas tuntas sebagaimana harapan orang banyak maka tidak mungkin yang menangis bukan hanya keluarga polisi yang baru saja disuap Gayus akan tetapi pengusaha2 kelas kakap juga akan kena batunya. Semoga saja usaha untuk memberantas korupsi ditanah air dapat berjalan (dan tidak jalan ditempat) serta tidak hanya dijadikan komoditi kampanye saja untuk dapat dipilih oleh rakyat, dengan demikian uang yang seharusnya dapat dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat benar benar dapat mencapai sasarannya dan tidak dirampok oleh orang orang seperti Gayus. Peran kita semua tentunya sangat menentukan keberhasilan untuk memberantas korupsi ditanah air, semoga…. Salam hormat dari rantau untuk yang empunya blog dan saudara saudaraku pengunjung blog ini – Natsir ata Mau Bare.. he.. he..

  2. Tanagekeo says:

    @ Natsir : Kau pasti mbeo. Baba koo Aji na. Bele Tua Ria, ana koo Embu Muhammad Saleh Ria, kae tama tuka ine (mata) tanggal 11 November 2010.
    Jao simo SMS puu ena ari jao nore Mauromba.

    Jo coba ndeka pira-pira ka papa sambu nee ari, tapi tidak bisa hubungi no teleponnya. Tabe woso…wengi-wengi kita papa luka….MODO

  3. gayus tambunan emang gak ada matinya ya.
    semakin terkenal nih orang. dibuatin lagu lagi.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s