CALO TIKCET PESAWAT DI BALI

Setelah menyelesaikan urusan utama  di kantor Gubernur Bali, saya menuju Bandara International Ngurah Rai.  Hendrik, pengemudi mobil yang saya gunakan, berusaha menghubungi teman untuk mendapatkan ticket. Harganya lebih dari satu juta rupiah. Saya katakan biar saja. Nanti saya beli di airport. Saya  langsung menuju locket Asia Air. ticket sudah tidak ada.  Saya ke  Batavia  Air dan mendapatkan harga diatas satu juta rupiah.  Begitu saya mundur dari locket dan berdiri agak jauh dekat dengan  mesin ATM BCA, seorang datang mendekat menawarkan ticket.  Pertama saya ditawarkan ticket murah. Ticket batal atas nama orang lain. Tetapi katanya aman, ada yang antar. Tetapi saya menolak  dengan alasan keselamatan. Saya mengatakan bila ada kecelakaan nama saya idak termasuk yang diasuransikan. ” Ya kita mengharapkan yang aman saja” kata calo ticket. Tawaran kami mulai dengan harga paling tinggi dibawah satu juta. Saya menawar harga Rp. 350.000,- Kemudian saya memperlihatkan isi dompet saya hanya ada Rp. 450.000,- Dia menelpon ke dalam locket. Saya terus menolak. Kami sepakat untuk ticket dengan harga Rp. 650.000. Saya ke ATM dan mengambil uang seperlunya. KTP saya diminta , dan tak lama kemudian datang seorang membawa satu slip boarding pass, ada nomor gate dan nomor seat. Saya mendapatkan boarding pass berikut KTP.  Setelah membayar saya langusng masuk tanpa check ini menuju ruang tunggu.

Bandara Ngurah Raih berwajah paling buruk dari semua bandara. Karena yang nampak berkeliaran hanya wajah para calo ticket pesawat. Sampai kapan semua perusahaan penerbangan menertibkan ini?  Bandara Ngurah Rai semakin padat dan sempit.  Frekwensi penerbangan sangat tinggi. Kebutuhan bandara baru di utara pulau Dewata yang sudah diwacanakan akan segera terlaksana. Tetapi kalau para calo ticket terus dibiarkan, maka semakin besar jumlah pertumbuhan anggota cialo ticket pesawat di Bali. Mungkin kelak semua penumpang pesawat lebih mengenal calo ticket dari pada gubernurnya.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s