DIA SAUDARAKU ORANG TAK WARAS

Hari minggu siang tanggal 7 November 2010, saya akan membeli ticket pesawat di  Willy Tour & Travel, di Fly over Pasar Rebo, di perempatan lampu merah.  Tidak jauh dari situ tergeletak seorang wanita gelandangan, yang berpenampilan sangat kotor. Dia dalam keadaan tertidur tertelentang  lemas dengan mulut setengah terbuka. Disampingnya ada seonggok nasi bungkus yang separuh tercecer. Mungkin nasi ini pemberian orang. Dengan agak takut saya berjalan lalu. Sikap saya mungkin sama dengan kebanyakan orang lain. Saya dan mungkin sekian banyak orang melihat dan berlalu saja. Ada rasa haru tetapi bagaimana caranya saya menolong dia.

Berbekal  ticket sekali jalan dari penerbangan  Lion Air yang dibeli di Willy Tour saya ikut terbang bersama Lion ke Denpasar, Bali. Rencana keberangkatan jam 20.00 WIB baru terlaksana jam 24.oo Dengan segala macam alasan, malam ini begitu banyak penerbangan tertunda. Para calon penumpang dipindahkan dari satu GATE ke GATE yang lain. Kami penumpang menuju Bali setelah menunggu sekian jam, pada saat akhir kami diperintahkan pindah dari GATE A1 menuju GATE A4 pada saat boarding.  Saya akhirnya sampai di Denpasar.

Di Bali saya bergabung dalam satu kamar tidur di sebuah rumah khalwat Tegaljaya. Letaknya di Dalung, Kuta Utara, Badung. Setelah agak siang kami mencari makan pagi di luar. Kami memilih babi guling, satu menu khas Bali. Sambil menunggu sesorang yang masih dalam perjalanan dari Singaraja, saya dan Albert menikmati pantai Sanur.  Tidak ada keindahan yang menyolok bagi saya dan Albert. Maklum pantai  merupakan bagian dari kehidupan masa kecil kami. Mauromba dan banyak pesisir pantai Flores jauh lebih indah dari pantai Sanur dan Kuta. Berjalan-jalan di pinggir pantai. Menolak berbagai tawaran belanja, akhirnya kami menikmati air kelapa muda. Walau perut kami masih kenyang, karena belum lama makan babi guling, panas yang menyengat meningkatkan dahaga  kami luar biasa  untuk menikmati air kelapa muda .  Saya meminta tukang jualan untuk mengetuk buah kelapa.  Karena dari bunyinya , sebgai anak  petani kelapa saya tahu berapa tebal daging buah.  Dan benar kelapa mudah segar dagingnya masih tipis, ghobi ngura dalam bahasa Keo. Kami membeli dua buah kelapa muda seharga Rp. 16.000.  Sepasang keluarga muda melayani kami. Istrinya yang sedang hamil melayani. Sambil bercanda saya mengatakan semoga anaknya mendapat berkat kesehatan. Kami semua tersenyum dan ibu muda itu menjawab amin dengan suara lantang.

Kami akhirnya meninggalkan pantai Sanur yang gersang dan panas. Sambil bercanda dengan  penuh riang kami terus menuju Matahari Dept Store di Denpasar. Kami berjalan dengan kecepatan sedang. Saya menoleh ke kiri. Sesosok orang lelaki dengan rambut berikal-ikal lebat panjang dengan jenggot hitam. Saya melihat sepintas. Setelah kami melewatinya lebih dari 30 meter, saya minta mundur. Itu saudaraku. Itu pasti Yonas. Kami terus mundur dan sampai disampingnya.  Saya dan Albert mengenalnya, dia Yonas Dora.  Mata dan bibir bawahnya yang agak menonjol (dhabo) mengingatkan saudara dari mama kami, ayah dari Yonas. Dia sudah berada dalam kondisi yang sulit diurus. Hendrik yang mengemudikan mobil kami disuruh turun menanyakan kepastian kalau dia Yonas. Dan yang ditanya hanya menjawab dengan huh… Kami bingung apa yang mau dilakukan. Sedikit uang diberikan kepadanya melalui Hendrik.  Kami berduai tidak turun atas beberapa pertimbangan.  “Ya kalau ini keadaan yang paling disenangi, biarkan saja dalam kebahagiaannya. Kita membawanya ke rumah pasti hanya menciptakan tekanan. Jadi kita harus terima dan biarkan.. ” kata Albert. Yonas Dora, dia saudaraku orang tak waras…..Ya Tuhan kami harus bagaimana? Ketika kami sedang berada di Matahari, Hendrik melihat saudaraku Yonas   berjalan bergegas sedang melintasi lokasi kami berada.

 

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in ALBUM KENANGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s