INSPIRASI DARI TKI FLORES DI KOREA

Setelah hampir setahun tidak pernah muncul, saya menerima telepon. ” Kae kalau ada di rumah, saya ingin mampir”, kata penelpon. Boy, nama yang sangat dikenal para TKI di Changwon, Korea Selatan.  Ketika saya menghabiskan waktu beberapa bulan di Korea, adik Boy sangat menolong. Banyak kali saya menginap di tempat kostnya. Kadang-kadang saya  masak makan sendiri  dengan bumbu Korea di kamar kost yang sempit itu. Saya terbiasa mencicipi bumbu Korea, dan pernah mendapat gliran masak ketika bergabung dalam sebuah usaha kecil. Masak dengan bumbu Korea siap pakai sangat mudah.

Boy, saya kira salah satu contoh ketekunan dalam kerja di Korea. Dia tidak pernah berpindah-pindah tempat kerja. Di Korea dia kemudian mendapat pasangan hidup, seorang wanita TKI asal Bandung, Jawa Barat. Penampilan Boy mengundang tanya teman-teman saya orang Korea.  Dia selalu menampilkan diri rapih, selalu berjas. Jasnya juga pilihan bersepatu mengkilat gaya eksekutif, yang membedakannya dia tidak berdasi. Penampilan TKI illegal yang satu ini memang beda.  Dari sisi keuangan dia bilang cukup. Dia mengirim banyak uang ke Indonesia.

Kedatangan Boy kali ini untuk mencari masukan ide. Setelah menggeluti usaha jasa pengiriman TKI ke luar negeri, sekarang dia konsetrasi bekerja di salah satu perusahaan Korea. Kemampuan bahasa Korea yang berada di atas rata-rata TKI di Korea menjadi modalnya. Dua hari berturut-turut Boy datang berkunjung pada malam hari. Boy merupakan  seorang anak muda yang energik, punya pendirian serta idealisme tinggi. Namun sebagai anak  Flores  umumnya Boy agak temperamen. Sambil merokok berkesinambungan, dia   terkadang mengungkapkan kegelisahan.  Kegelisahan diungkapkan melalui keinginannya untuk memiliki sesuatu yang belum dia punyai.

Boy ketika di Korea sangat disiplin dan tidak pindah-pindah kerja. Ini yang dinamakan ketekunan. Tekun artinya tetap berada di tempat. Bukan berarti tidak berani pindah. Tetapi sikap tidak takut berada di tempat yang sama merupakan satu kekuatan luar biasa. Dari sisi hasil, maka hasil kerja Boy terwujud dalam keuangan yang dia kirim ke Indonesia. Kegelisahan Boy kali ini memberi kesan bahwa dia merasa kurang berhasil. Keberhasilan menurutnya adalah kalau dia mencapai apa yang dinginkannya. Ada yang perlu dicatat bahwa hasil dan keberhasilan susungguh berbeda. Hasil adalah wujud yang nampak. Apa yang dapat dilihat kasat mata. Uang, rumah, kendaraan yang dimilki adalah hasil kerja. Keberhasilan adalah sesuatu yang tidak nampak tetapi lebih spiritual. Kegagalan pun dapat merupakan keberhasilan. Lalu apa yang yang dicapai dalam kegagalan? Disini letak nilai dan dimensi spiritual dari sebuah perjalanan hidup manusia.

Seorang beragama dan beriman pasti mengandalkan Allah dan kehadiran-Nya dalam setiap langkah hidup pribadi. Ketika kita tekun berada di tempat yang sama dan terus melakukan tugas dan kewajiban kita, sadarlah bahwa kita bersama Allah dan kita sedang melakukan segalanya atas kehendak Allah. Pemahaman ini memberikan pemahaman spirtual atas kegagalan. Kegagalan menjadi sebuah keberhasilan. Karena ketika kita melakukan segala sesuatu dalam kesadaran melakukan kehendak Allah, maka kegagalan ini adalah yang sesungguhnya dinginkan Allah sendiri. Melalui kegagalan kita memperoleh pengalaman, ketabahan dan kerendahan hati untuk mengakui kekuatan Allah. Melalui kegagalan ini kita disadarkan untuk menjadi lebih baik, lebih tekun dan lebih mampu menghargai hasil kerja kita sendiri. Nilai dari suatu usaha  tergantung ketekunan dan kerja keras seorang. Semakin susah dan semakin tekun dalam bekerja semakin tinggi nilai atas usaha kita. Tamu saya seorang TKI Flores di Korea Selatan memberikan saya inspirasi untuk merenungkan bahwa keberhasilan tidak selalu mendapatkan sesuatu secara materil. Keberhasilan ternyata bisa kita peroleh melalui kegagalan dan keperihan . Karena denganya kita memperoleh  kesempatan untuk mengalami dan memahami segala sesuatu dengan lebih baik, termasuk menghargai nilai hasil usaha kita sendiri.

 

 

 

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to INSPIRASI DARI TKI FLORES DI KOREA

  1. Iwank says:

    Bgaimana cra’y tmn anda bs krja ksna,pdhal ilegal.apa tu aman?

  2. atanagekeo says:

    Masa itu orang masuk sebagai tenaga kerja legal, Kemudian menjadi tidak legal setelah putus hubungan. Dan ada juga yang memang dengan berbagai cara masuk menjadi tenaga kerja ilegal. Seperti para pelaut, ketika kapal bersandar, mereka terus masuk ke Korea dan bekerja di darat.
    Saya sendiri masuk korea tanpa visa, sebagai orang bisnis saja. kalau saya mau bisa menjadi tKI ilegal. Tetapi saya bisa perpanjangkan ijin tinggal dengan resmi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s