NIO TIKO EU TAKO

Nio dan Eu (kelapa dan pinang) adalah dua jenis tanaman ekonomis paling tua di Nagekeo, khusus di wilayah Keo, Nagekeo Selatan. Hasil dua jenis tanaman berakar serabut ini sangat berguna bagi masyarakat.  Semua masakan sayur orang Keo selalu menggunakan santan, yang dibuat dari buah pohon kelapa. Seperti kelapa, tak ada hari tanpa buah pinang di rumah-rumah orang Nagekeo. Daging buah pinang dijadikan teman makan sirih.  Sirih , pinang dan kapur . Tak ada data yang jelas sejak kapan ada kebiasaan mamah sirih pinang.

Nio tiko eu tako artinya kelapa yang sudah berdaun lebat dan saling berkaitan. Demikian pula daun pinang saling bertautan. Sebuah keadaan dimana seluruh lahan sudah penuh dengan dua jenis tanaman berumur panjang ini. Dalam kondisi nio tiko eu taku, pemilik tanah dibuat tidak berdaya. Rasa kemunusiaanya terketuk. Dia tidak tega untuk mengusir orang yang sudah berusaha menanam tanaman ekonomis ini. Semakin lama semakin banyak pohon kelapa dan pinang.  Semakin banyak semakin berat bagi pemilik lahan untuk menegur atau mengusirnya. Rasa kemanusiaan memaksanya untuk membiarkan dan melindungi pengolah lahan. (Selanjutnya kami akan tulis tentang solidaritas wati gata dalam adat Keo.)

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in ADAT & BUDAYA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s