BELAJAR SAMBIL BERBAKTI

Seorang mahasiswi UI asal  Kodiinggi menyampaikan niatnya pada ku. Om, saya punya mimpi. Saya pikir dia bermimpi. Dia menegaskan bahwa dia ingin berbuat sesuatu untuk kampung halaman.  Sebuah kebanggaan bagiku. Seorang anak wanita, masih muda punya cita-cita mulia. Dia ingin mencari cara untuk mengumpulkan buku-buku dan akan dibagikan kepada yang membutuhkan. Wanita muda belia ingin memberikan buku-buku untuk mengisi ruang perpustakaan sekolah di Niodede. Saya juga tahu di Niodede telah dibangun sebuah gedung, semacam aula serba guna. Gedung ini dibangun dengan uang sumbangan dari alumni Sekolah Dasar Niodede. Niodede adalah sebuah kampung kecil di desa Worowatu , terletak di Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo di pulau Flores.  Atas inisiatif guru Benediktus Geju, yang kini sudah pensiun sejumlah anak didiknya dikerahkan untuk mendapatkan dana pembangunan. Bangunan telah ada. Tetapi masih perlu diisi. Termasuk sebuah ruang perpustakaan yang masih kosong. Dan Rosadalima  berusaha untuk ikut berpartisipasi.

Rosa tiba-tiba ciut ketika saya bercerita bahwa saya pernah punya niat seperti itu. Mengumpulkan buku mungkin tidak seberapa sulit. Kita bisa menghubungi sekolah-sekolah atau Penerbit. Seorang teman saya yang bekerja di sebuah perusahaan besar, pernah menanyakan keseriusan saya. Dia bilang dia bisa meminta bantuan semua karyawan perusahaan raksasa itu menyumbangkan satu buku.  Yang menjadi masalah adalah bagaimana mendapatkan dana untuk pengiriman buku.

Dalam usaha ikut membantu masyarakat saya pernah ke Jatisrono, di Jawa Tengah. Desa ini terkenal dengan jambu mede. Saya melihat bagaimana orang bisa mengupas jambu mede dan menjualnya dengan harga yang baik. Dengan semangat luar biasa saya meminta seorang membuat alat pemecah jambu mede.  Banyak jambu mede di Kecamatan Keo Tengah.  Harapanku ini bisa saya kirim alat pemecah jambu mede  ke daerah atau kalau perlu saya bawa sendiri dengan pesawat. Seperti pengadaan buku, pengadaan alat teknik tepat guna akhirnya teronggok di sudut rumah. Terlalu mahal untuk membawa alat sederhana.  Seperti Rosa saya pernah ingin berbakti, tetapi apa daya dana pengiriman tidaka terjangkau. Walau demikian Rosa perlu terus disemangati untuk terus berusaha merealisasikan mimpinya. Pertama mengumpulkan sebanyak mungkin buku-buku. Kemudian mencari dana untuk pengiriman buku ke tempat tujuannya. Selamat berjuang Rosa, belajar sambil berbakti.

 

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to BELAJAR SAMBIL BERBAKTI

  1. Rosa says:

    Terima Kasih om, ini masih rencana, kami sedang mengumpulkan buku2 nya. Jika kami tidak mendapatkan dana pendistribusian maka mungkin akan dikirim ke daerah pedalaman di Jawa..
    makasih woso om….
    Tuhan memberkati..

  2. Tanagekeo says:

    @ Rosa: Maju terus.Saya juga berhutang budi pada kampung halamanku. Guru Benediktus Geju adalah urutan pertama dari semua guru dan dosen saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s