BHASO DAMA SIRA TA MBANA

Ketika kami masih anak-anak begitu sering ada pesta adat. Pada pesta adat orang berkumpul  di salah satu kampung dengan konsentrasi rumah yang punya perhelatan. Pada upacara-upacara adat selalu ada nado mere (jamuan makan besar). Pada jamuan makan nado mere ini menu utama hanya tiga, yaitu nasi, daging dan sayur. Sayur yang selalu ada pada pesta adalah muku loto. Sayur muku loto adalah pisang yang masih muda, kulit luarnya yang berwarna hijau dikupas dengan cara memotong ujung pisang dan dicabik lapis hijau dari kulit buah. Buah pisang di potong menjadi beberapa bagian agar mudah dimasak dan dihacurkan. Yang dimasak bersama muku loto adalah jeroan atau usus hewan yang telah dibersihkan dan dipotong-potong. Pisang yang sudah masak diaduk-aduk sampai hancur dan jadilah semacam bubur berwarna agak bnerwarna abu-abu. Pisang direbus bersama daging dan bumbu-bumbu diaduk sampai menjadi bubur. Itulah muku loto.

Dalam nado mere kaum lelaki dewasa dan anak-anak duduk di tikar-tikar yang dibentang di halaman rumah. Pada pesta adat acara makan atau nado dimulai setelah makanan dibagi-bagi kepada semua warga di rumah-rumah sekampung atau beberapa kampung tergantung dari besarnya pesta adat. Warga yang ada di rumah umumnya wanita dan anak-anak kecil yang tidak ikut ayahnya ke tempat nado. Disetiap rumah semua orang menyiapkan piring kosong masing-masing di depannya. Ada urutannya pertama dibagi  pora (daging) nasi,  sayur uta muku loto  dan paling akhir seorang akan memberikan satu iris kecil dari hati hewan yang disembeli. Pembagi makanan harus orang yang punya ketrampilan khusus. Maklum kalau tidak tahu atur maka akan kekurangan daging untuk begitu banyak orang.  Jumlah orang menjadi lebih banyak karena yang mendapat jatah termasuk anggota keluarga yang tidak ada di rumah dan merantau jauh. Jadi ada piring untuk anak yang merantau jauh dan mereka katakan te bhaso koo ana jao ta dau (ini bagian dari anak saya yang di rantau sana) atau bhaso sira ta mbana  (porsi mereka yang sedang bepergian).  Selain itu ada bhaso sao adalah porsi yang diberikan untuk rumah yang kita diami. Rumah seolah bernyawa maka diperhitungkan dengan bhaso sao (porsi untuk rumah). Bhaso atau bhaso dama menjadi bukti betapa semua anggota keluarga selalu diperhitungkan dan disayangi. Bhaso dama sira ta mbana menjadi bagian dari doa akan keselamatan dan rindu keluarga untuk sekali waktu kembali. Karena dengan adanya bhaso khusus berarti ada pengakuan bahwa masih hidup.

Setelah semua orang-orang di rumah sudah dibagi jatahnya, baru giliran para bapa dan anak laki  yang duduk di tikar-tikar.Semua orang dibagi wadah piring kemudian makanan dibagi pora (daging), pale (nasi) dan uta muku loto serta irisan hati. Setelah semua makan dan minum tuak baru ada omong-omong adat.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in ADAT & BUDAYA and tagged , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to BHASO DAMA SIRA TA MBANA

  1. Rosa says:

    Saya dulu pernah ikut acara di kampung Romba untuk pertama kali mewakili keluarga. Saya kira semua makanannya harus saya makan paada waktu itu, jadinya saya bilang<" om,,cukup satu piring saja…"
    Tante2 di situ semua pada ketawa, katanya buat dibawa pulang untuk jatah keluarga….

  2. Tanagekeo says:

    @rosa : biasa ata pati pora mona ngada boge rua minimal boge tedu. Tuka waati pidi mbe emba ta mboro, ta isi nee ta toko….

  3. Marsi says:

    sensasi muku loto atau ditempat saya muku gheu alias banana pasta…(mirip2) memang laur biasa…..
    teman saya yg baru pertama kali menikmati muku gheu sempat ketagihan…..
    kapan bisa menikmati banana salad ala kampung ini..?

  4. Tanagekeo says:

    @Marsi: terima kasih mampir lagi, muku loto atau muku gheu jadi menu utama kalau ada pesta orang Keo…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s