UTA KALO NGETA URAP SEDAP ATA MA’U

Ata ma’u artinya orang pesisir. Di wilayah Ngada dan Nagekeo kalau disebut ata ma’u pasti orang akan tahu itu orang-orang yang mendiami pesisir selatan mulai dari sebelah Timur Wodo Wata sampai Tonggo. Sebutan orang pesisir terkadang bernada minor. Saya masih ingat bapa saya pernah kesal sama bupati Ngada, waktu itu Yohanes Samping Aoh, yang kini jadi bupati Nagekeo.  Bupati Ngada kala itu melakukan kunjungan ke Maunori tetapi ketika ada permintaan untuk membuka isolasi dengan pembangunan infrastruktur jalan raya, bapa Bupati berpendapat bahwa wilayah mau kurang potensial. Bapa saya hanya bisa omong di belakang layar. Kami orang pesisir (mau) khusus wilayah paroki Maunori merupakan gudang guru terbesar di kabupaten Ngada. Begitu banyak orang berporofesi sebagai guru. Bukankah ini suatu potensi yang luar biasa, kata bapa saya yang sudah mengarah sepuh. Ma’u memang dipandang kurang beruntung dari sumber daya alam karena kesuburan tanahnya yang rendah. Kalau pun ada hanya kelapa dan tuak dari pohon lontar.

Dalam kekurangannya ini orang Mau selalu berinisiatif dan kreatif. Begitu banyak makanan asal Mau merupakan bukti kreatifitas ditengah kesulitannya. Salah satu yang saya masih ingat adalah Uta kalo ngeta (urapan dari daun pohon berduri). Ada sejenis tumbuhan perdu yang punya cabang-cabang berduri (kalo). Uta kalo artinya daun dari pohon berduri. Jenis tanaman ini hampir mirip pohon puteri malu. Daun ini berasa asam. Orang-orang pesisir selatan (ata mau) mengolahnya menjadi urapan yang dicicip sambil menunggu masakan utama.  Daun pohon perdu berduri (uta kalo) dicincang  kemudian dicampur kelapa  ditambah bumbu pedas,garam dan cabe. Untuk memberi rasa khusus, adukan uta kalo dan kelapa ini ditambah dengan ikan asin.  Khusus untuk bumbu uta kalo ini yang digunakan adalah bagian kepala ikan asin (ikan kering) dibakar dibara api yang menghasilkan aroma khas kemudian di cincang halus bersama daun uta kalo dan kelapa parut atau kelapa kukur. Orang Nagekeo hampir tidak pernah memarut kelapa. Kelapa umumnya dikukur, yaitu dengan menggarukkan kelapa pada sepotong besi yang telah dikikir bergigi. Orang pesisir bilang regu. Regu artinya menggaruk kelapa dengan cara menggosokkan daging kelapa yang ada dalam batok kepada ujung besi yang terpasang pada kayu berbentuk kuda. Penggaruk menduduki kuda itu dan menggosokkan daging buah  kelapa pada ujung besi bergerigi.

Uta kalo ngeta adalah urapan yang sungguh sedap. Rasa asam beraroma ikan bakar. Biasa dimakan sambil menunggu masakan utama. Pada masa sulit orang makan uta kalo ngeta bersama jagung goreng yang masih hangat. Saya lumayan lama menikmati makanan  pembuka berupa sayuran di rumah teman-teman atau di restoran Korea.  Sajian pembuka ini memang sedap. Tetapi saya sebagai orang  Keo Tengah dan ata mau dari tanah tandus, mencicipi  kesedapan uta kalo ngeta punya cita rasa  beda dan unik. Ini asli urapan orang Keo. Sayang semakin hari uta kalo ngeta tersisih karena selalu dikaitkan dengan kesahajaan atau bahkan kekurangan dan kemiskinan. Masih ada beberapa urap dan lalaban khas ata ma’u yang akan saya bahas nanti.  Pasti bukan untuk  menghidupkan kenangan perihnya hidup miskin, tetapi karena saya yakin akan keunikan cita rasanya.

 

 

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

3 Responses to UTA KALO NGETA URAP SEDAP ATA MA’U

  1. uta ngeta memang enak om..apalagi dengan kolo nio..haha…tamba lame mogha….makanan bergizi yang selalu harus diertahankan oleh kita.

    Oh ya om..terima kasih woso atas dukungan, gara-gara om koment di blog jao tentang ‘dibukukan’ tulisan2 jao di blog..maka skrng kumpulian tulisan itu dapau dibukukan..terima kasih woso

  2. Klemens Dombo says:

    trims….kepada ka’e yg menulis semuanya yg dpt kami pelajari.

  3. atanagekeo says:

    Terima kasih Klemens sudah mampir di blog ini. Saya merasa sudah berbagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s