Ukuwwah Islamiyyah versus Ukuwwah Nasaraniyyah

Ahmad Fuadi seorang penulis novel, alumnus Pondok Modern Gontor dan George Washington University berkisah bahwa pengurus gereja di Amerika Serikat memberikan ruang di basemen gereja untuk shalat Jumat berjamaah. Unik sekali rasanya shalat dengan Muslim mancanegera di sebuah gereja dan di jantung ibu kota Amerika Serikat, kata Ahmad Fuadi ( Kompas Rabu 15 September 2010). Gambaran toleransi universal.  Ini yang dinamakan ukuwwah nasaraniyyah, pinjam istilah Moh Mahfud MD dalam harian Kompas  yang sama.  Ukuwwah Islamiyyah  adalah persaudaraan yang bernapaskan Islam.  Orang islam harus bersikap benar dan baik kepada siapa pun. Amerika yang Kristen itu telah membuktikan dengan nyata.  Bersikap baik kepada sesama termasuk yang beriman lain. Sikap seorang yang beriman. Iman yang diwujudnyatakan dalam tindakan.

Saya ingat seorang anak puteri saya Meta. Dia dilahirkan dan dibesarkan dekat Mushola di RT kami tinggal. Sejak kecil  dia ada dalam pergaulan dengan teman-teman non Kristen. Dia aktif membantu teman-teman yang Muslim ketika persiapan Takbiran. Mengumpulkan dana dan menyiapkan buka puasa.  Sore itu dia membantu teman-teman membagikan makan buka puasa di Mushola sebelum pawai takbiran. Kemudian dipersoalkan dan menjadi pembicaraan pemuka Mushola. Ada keberatan  karena wanita, Kristen pula nmasuk Mushola. Sebaliknya anak-anak remaja berpendapat beda.

Saya membandingkan toleransi yang berdasarkan Ukuwwah Islamiyyah seperti diungkapkan seorang Moh Mahfud MD dengan kenyataan riil di Indonesia.  Kalau saja ukuwwah islamiyyah menjadi pegangan dan itu diaktualisasikan dalam tindakan, maka  seperti Lebaran Putih yang dialami Ahmad Fuadi di Washington,  saya yakin sekali bahwa di negeri penuh lawak, tawa dan senyum ini akan tidak ada pembakaran gereja, demo anti pembangunan rumah ibadah, bertele-tele dan berbulan bahkan bertahun menunggu Ijin Mendirikan Bangunan gereja. Dan juga tidak ada yang membubarkan orang sedang beribadah. Tentu saja penganiayaan dan penusuk pendeta itu hanya fitnaah saja. White Christmas, Natal Putih dan bukan Natal merah darah.Ini doa orang kecil dan cebol. Semoga teman-teman saya yang susah payah mencari tempat ibadah, karena gereja mereka ditutup bisa dibuka lagi. Kalau saja sampai pemerintah negeri ini tidak bisa mendengarkan, Tuhan yang Mahakuasa dan Mahamendengar tunjukkan kuat kuasaMu dan dengarlah doaku orang kecil ini. Saya berada dalam masyarakatku yang terbesar memegang ukuwwah islamiyyah, manusia beriman dan bersikap benar dan jujur, yang akan mewujudkan semua dalam tindakannya.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s