AKU BELAJAR LAGI

Beberapa hari ini saya punya waktu. Liburan lebaran memberi kesempatan untuk duduk lebih lama di komputer sekalian berjejaring sejangkaunya. Ada dua situs atau post yang menarik perhatian saya. Belajar bahasa Inggeris  dari learnrealenglish.com.  Kalau kita suka dengar belajar bahasa Inggeris dari penutur asli (native speaker), maka buka situs ini anda melakukannya. Saya begitu kagum, demikian banyak orang mengaguminya karena kita sesungguhnya belajar bahasa. Belajar bahasa yang terbaik adalah dengan mendengarkan orang bertutur dalam bahasa tersebut. Ingat bagaimana seorang anak belajar bahasa, bukan dengan belajar tata bahasa tetapi dengan mendengarkan orang berbahasa. Kunjungi saja situs ini.

Situs mohammadnoer.com memberikan saya dorongan untuk belajar membaca dengan kecepatan lebih maksimal. Katanya dan memang begitu ada tingkatan kecepatan membaca. Ketika ketika kasih sekolah dasar kita membaca dengan cara mengeja. Saya masih ingat guru Gabriel Wundu, guru pertama saya di Sekolah Dasar Katolik Mauromba  harus memperkenalkan huruf a-i-u-e-o. Dan kemudian merangkaikan dengan huruf mati m-n-l dan kami belajar ini nona, ini mama, ini alu dan secara bertahap kami maju dalam membaca. Ternyata masih banyak orang yang membaca dengan cara mengeja. Ketika membaca mengeluarkan suara atau komat kamit menyebutkan setiap suku kata yang dibaca.

Kecepaatan membaca (speed reading) turut berpengaruh pada kerja otak. Ketika kita menaikkan kecepatan membaca maka kerja otak semakin tinggi. Semakin banyak informasi masuk ke otak untuk diolah dan dipahami, maka otak semakin terasah dan kita pun semakin cerdas. Proses membaca adalah proses memahami. Sebagai satu proses kerja, maka membaca menurut saya menjadi sebuah ketrampilan. Dengan latihan yang terus menerus ketrampilan dapat ditingkatkan.  Dibawah 150 WPM (kata per menit) tingkat sangat rendah, 150 – 200 WPM rata-rata, 250-350 WPM cepat dan tingkat mahir 750 WPM . Berapa kecepatan membaca anda?

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in PERJALANAN HIDUP and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s