LELAH MENCARI ALAMAT

Hari Selasa Malam tanggal 7 Sepetember 2010 saya dan seorang teman ke kota kembang, Paris van Jawa Bandung.  Setelah keluar pintu tol  Pasteur, kami mengalami kesulitan mencari alamat yang dituju. Alamat yang dituju berada di wilayah Margahayu dekat Jalan Soekarno Hatta.  Setelah begitu banyak orang kami tanya, akhirnya kami diarahkan untuk masuk lagi melalui gerbang tol Pasteur dan keluar malalui tol Buah Batu. Hari semakin sore dan hujan yang tiada henti  menambah masalah mencari alamat. Karena hujan tidak ada banyak orang di jalan.  Pencarian alamat berakhir dan kami melakukan janji bertemu di sebuah hotel. Ketika kami mamasuki daerah perumahan yang dituju, sekali lagi kami mengalami kesulitan keluar dari perumahan  menuju jalan raya.

Akhirnya kami mengadakan pertemuan yang tidak membuahkan hasil di sebuah hotel.  Pertemuan berlangsung sampai jam 23.00 WIB  Karena terlalu lelah saya memilih untuk bermalam di hotel tersebut.  Pada hal seorang partner bisnis sudah menyiapkan ruang khusus di rumah mereka di Jl. Patra Komala. Setelah mendapat kamar, saya datang ke Receptionis. Saya  menanyakan adakah gereja Katolik terdekat agar saya bisa ke gereja mengikuti Misa  pagi. Urusan mencari alamat gereja tidak terjawab.  Saya kembali ke kamar dan beristirahat. Pagi jam 04 kami dibangunkan untuk makan saur, maklum ini masa puasa bulan Ramadhan. Kami terbangun dan menatap nasi goreng dingin dengan seiris daging ayam dan telur goreng tipis. Tidak ada gairah untuk menikmati sarapan di pagi yang gelap itu. Setelah mandi saya memutuskan untuk kembali ke Jakarta.  Jalan menuju Jakarta sangat lancar, sepi dan saya menikmati berkendara dengan kecepatan diatas rata-rata., sementara di jalan  tol dari arah Jakarta kendaraan padat merayap sejauh mata memandang. Orang Jakarta pulang kampung untuk berlebaran.

Hari Rabu 8 September 2010 pengalaman mencari alamat terjadi lagi. Karena sebuah keperluan saya ke kantor Imigrasi di Kelapa Gading. Ternyata kantor sudah pindah ke lokasi lain. Saya menjelajah wilayah Kelapa Gading selama 30 menit untuk mencari alamat.  Begitu banyak orang ditanya. Ada yang sebentar berpikir kemudian memberikan jawaban tidak tahu. Ada yang bilang maaf saya bukan orang sini, dan ini banyak orang. Yang paling mengecewakan adalah ketika saya memasuki satu pos polisi. Maaf bapa, boleh tanya dimana kantor Imigrasi?  Saya baru dengar kalau di sini ada kantor imigrasi., jawab polisi.  Dalam nada kecewa, saya tanya apakah benar dia seorang polisi. Yang ditanya membenarkan bahwa dia polisi dan dia tidak tahu dimana letak kantor imigrasi. Pencarian berakhir setelah berkali-kali menanyakan orang.  Orang yang  dituju memberikan informasi bahwa lokasinya dekat Makro. Pemberi informasi juga  tidak sadar bahwa Makro tidak ada lagi karena sudah dibeli LOTTE. Kantor hampir tutup ketika saya tiba dan saya kembali setelah memperoleh yang dibutuhkan.

Mencari alamat di Jakarta, begitu sulit.  Kantor Imigrasi  adalah kantor milik pemerintah saja tidak ada petunjuk. Lalu saya teringat ketika saya berada di Jepang. Ketika saya ingin mengikuti misa hari Minggu, saya berniat menghadiri misa di paroki Serikat Sabda Allah (SVD) di Nagoya. Ternyata lokasinya sangat jauh. Ketika naik taksi saya memberikan alamatnya. Sang sopir taksi dengan tenang membuka peta, memasang sabuk kemudian jalan. Kami sampai di tempat yang dituju tanpa kesulitan. Beberapa kali naik taksi, sang sopir menanyakan alamat yang dituju, membuka peta dan membacanya kemudian menjalankan kendaraan.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in PERJALANAN HIDUP, Uncategorized. Bookmark the permalink.

7 Responses to LELAH MENCARI ALAMAT

  1. Rosa says:

    halo Om.., saya baru mampir lagi. oh ya ,Om nanti kapan2 saya hendak main ke rumah…hehe

  2. tanagekeo says:

    @Rosa: Mengapa blognya tidak diteruskan. Biar saling kunjung. Berkunjung ke rumah kapan saja silahkan.

  3. Rosa says:

    Iya om,ni baru mau ngeblog lagi om. makasih atas dukungannya. Iya, saya mau minta nomor nya om , kemarin hp saya rusaj, jadi g bisa komunikasi. Kalau bisa, kirim nomor hp ke email saya om, rosepanda89@yahoo.com
    Makasih

  4. heru agus says:

    saya sedang cari alamat bengkel sepeda motor di kota mabay, bisakah saya dibantu ?

  5. @heru agus: Posisi anda di mana? Kalau tidak di Mbay, maka perlu dipertanyakan apa maksud mencari bengkel sepeda motor. Kalau anda jarang menemukan bengkel sepeda motor di Mbay atau pun di Flores itu bukan aneh. Jangankan sepeda motor. Bengkel mobil saja baru akhir-akhir ini ada. Sebelumnya setiap sopir, karena pengalaman sebagai kenek bertahun-tahun, maka setiap sopir dan kenek pasti punya ketrampilan untuk membongkar dan memperbaiki kendaraan sendiri.

  6. Marsi says:

    Siang Om, kalo ke bandung lagi kontak2 saya…081318349909 , masih nomor yg lama, nti saya bantu….
    o ya, tgl 14 november kami arisan di rumah ka Udis, nti saya sampaikan salamnya…
    Molo, salam utk semua keluarga….

  7. Tanagekeo says:

    @ Marsi: Terima kasih, saya sering ke Bandung. Pernah satu kali saya ingin papa luka nee ata kita, tetapi akhirnya saya kelelapan dalam hotel, lalu subuh kembali ke jakarta. Salam saya untuk ata kita teristimewa keluarga Udis…. Tabe woso

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s