UTA WONA CICIPAN SEDAP DARI NAGEKEO

Isteri saya bercerita tadi siang seorang tukung sayur keliling bertanya untuk apa dia membeli ubi jalar. Ketika dia mengatakan akan membuat bubur utawona, sang tukang sayur mengatakan bahwa daun kelor (utawona) biasa dipakai untuk memandikan mayat. Pedagang sayur gerobakan heran bahwa daun pengusir roh jahat itu bisa dimakan. Saya mengatakan pada isteri bahwa mengapa mereka tidak heran karena orang juga meminum air. Air juga digunakan untuk memandikan mayat dan juga air juga digunakan untuk mengusir roh jahat.

Akhir-akhir ini istreri saya mulai senang memasak bubur “utawona”( daun kelor). Saya menanam sebatang pohon di depan rumah kami.  Suatu saat saya berinisiatif memasak bubur dengan menambah utawona kemudian ditambah santan. Isteri saya ikut menikmatinya. Dia lalu menelpon seorang adik saya, yang lagi bekerja di kantor dan bercerita tentang bubur utawona.  Adik saya berpura-pura heran dan menanyakan apa itu utawona. Isteri saya, yang orang Jawa berusaha menjelaskannya. Isteri saya tidak tahu, kalau kami telah menjadi besar dengan menyantap utawona lame begitu seringnya di kampung.

Suatu saat saya membuat bubur utawona dengan uwi. Saya menanam uwi dalam karung berisi tanah. Sekali lagi isteri saya menikmati masakan baru. Tabha uwi nee utawona . Nikmati sekali. Uta wona, uwi dan santan kara dengan sedikit garam.

Baru-baru ini tamu saya dua orang dari Timor Leste yang menginap di rumah menikmati santapan bubur kental uta wona dengan oo’I (talas).  Sebuah menu yang bisa dimasyarakatkan lagi. Dan saya pernah bercita-cita membuka sebuah restoran Atakeo dengan santap  pembuka utawona lame.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in DAPUR KAMPUNG. Bookmark the permalink.

3 Responses to UTA WONA CICIPAN SEDAP DARI NAGEKEO

  1. albert jata says:

    wah uta wona….. kapan kita ade2 diundang makan uta wona di rumah kae tali di cijantung neh……

  2. tanagekeo says:

    @Albert: Kae Tali sudah lama rindu dikelilingi adik-adik yang sudah pada jadi orang. Utawona akan saya jadikan menu utama lame.
    Terima kasih untuk kunjungan ke bedeng tanagekeo. Salam utawona lame.

  3. Miranda Nage Pajo says:

    heheheheheh………….
    jadi kangen plang kmpung Kedimali,moo sepa wado uta wona,jao jadi mbepu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s