Warta Dalam Aksi Lebih Nyaring Dari Seribu Kata

Masuk Islam dan pergi haji, biar lebih sukses dan terhormat, kata seorang ibu dari Langsa Aceh Timur ketika saya berada di sana mengekspor arang kayu bakau ke Korea Selatan. Restoran Korea sangat membutuhkan arang untuk panggang daging. Kata teman saya makan daging yang kena asap punya cita rasa tersendiri. Saya sendiri membuktikan itu. Pada kesempatan lain seorang rekan bisnis asal Kalimantan Timur mengatakan bahwa Pak Yasin seorang temanku   bisa masuk surga,  kalau saja bisa menarik saya menjadi seorang Mualaf. Saya juga sering mendengar ada orang Kristen yang menyatakan puji Tuhan, karena seorang telah masuk agamanya. Ada sebuah kebanggaan karena mengislamkan atau mengkristenkan seorang. Jadilah seorang Islam yang baik dan saya akan terdorong untuk menjadi orang baik, itu kata saya kepada buruh pabrik di beberapa perusahaan berbeda yang saya kerja. Menurut saya yang penting adalah menjadi orang baik. Karena kebaikan mencerminkan iman dalam perilaku sehari-hari. Bila berbisnis sama orang Jepang, jangan tanya tentang agamanya, demikian nasehat yang kudapatkan ketika berkunjung ke negeri Sakura itu.

Sore itu jam 6.00 sore WIB. Saya mengikuti ibadah misa sore di gereja Salib Suci di wilayah Tugu, Semper, Tanjung Priok. Gereja itu tidak terlalu jauh dari Kawasan Berikat Nusantra Cakung, tempat saya bekerja. Hari itu hari Rabu menjelang Kamis Putih. Pastor bercerita bahwa dia baru kembali dari Airport Cengkareng menghantar seorang teman, warga Negara Jepang. Tamunya sangat memohon agar dia harus ke Jepang untuk merayakan Paskah di sana. Dalam perjalanan dia bercerita bahwa dia sejak kecil tidak pernah peduli dengan agama. Kesibukannya membuat dia tidak banyak tahu tentang aktivitas harian isterinya, yang beragama Katolik.Isterinya meninggal dunia dan peti jenazahnya disemayamkan di dalam gereja untuk Misa pelepasan jenazah. Gereja penuh dan masing-masing  palayat meletakkan setangkai kembang sebagai tanda hormat. Begitu banyak kembang sampai  menutupi seluruh peti jenazah.Pada waktu itu ia baru tahu, bahwa sang isteri melakukan begitu banyak perbuatan baik pada sesama. Yang mengagumkannya ialah kekasihnya tidak pernah ingin merobah suaminya menjadi seorang Katolik. Isterinya tidak mewartakan dengan kata-kata, tetapi dia mewartakan  dengan hidup yang berbuah. Bersikap postif dan aktif melakukan perbuatan baik setiap hari dalam kehidupan, itu yang diutamakan. Buah dari perbuatan isterinya membuat sang duda buru-buru ke Jepang karena pada Malam Paskah dia akan dibaptis sesuai dengan iman dan kepercayaan isterinya. Perbuatan lebih nyaring mewartakan dari pada seribu kata kosong. Tuhan tidak menilai agamanya, tetapi apa perbuatannya.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s