Beli Tanah Bukan Sembarang Beli

 Seorang warga desa di Kecamatan Setu Bekasi pernah meminjam uang saya. Sebagai bukti tanggung jawab dia menyerahkan kepada saya salah satu sertifikat tanah milik seorang. Karena hubungan baik dan kami saling mengenal, saya terima sekedar untuk bukti dan jaminan pinjaman. Yang menjadi pertanyaan adakah nilai dari surat ini bagi saya? Sesungguhnya pegangan ini sangat lemah. Buku ini bukan miliknya. Dia hanya seorang yang membantu mengurus jual beli tanah di daerah itu. Di tangannya ada banyak buku sertifikat tanah (tanda bukti hak). Kalau saja teman saya tidak bisa mengembalikan uang itu, apakah saya bisa melakukan sesuatu atas harta yang tertera dalam dokumen yang saya pegang? Saya tidak bisa berbuat apapun atas asset tersebut. Saya tidak bisa menyita atau menjual asset itu. Karena dalam setiap proses jual beli dan pembuatan akte jual beli harus memenuhi beberapa persyaratan. Secara administrasi dibutuhkan beberapa dokumen sebagai kelengkapan untuk pembuatan akta SPH (Surat Pelepasan Hak) dan AJB  (Akta Jual Beli) dihadapan Notaris.

Membeli tanah tidak seperti membeli barang sembarangan. Membeli tanah harus memperhatikan kelengkapan dokumen untuk bisa memenuhi persyaratan pembuatan Akta SPH dan AJB. Dokumen-dokumen  yang perlu dilengkapi  adalah sebagai berikut:

A. Pemilik Perorangan

  1. Pembayaran Pajak/SPT Tahun Terakhir
  2. Surat Persetujuan Suami/Isteri
  3. Surat Tidak Sengketa
  4. Kartu Keluarga
  5. KTP Suami Isteri
  6. Surat Keterangan Nikah
  7. Surat Keterangan Waris (apabila telah meninggal)

B. Pemilik Perusahaan

  1. Perijinan-Perijinan
  2. Profil Perusahaan
  3. Pembayaran pajak Tahun Terakhir
  4. Surat Tidak Sengketa
  5. Surat Persetujuan Komisaris
  6. KTP/KK Direktur Utama
  7. KTP/KK Komisaris Utama
  8. Pernyataan Menjual Berdasarkan RUPS

Bila tidak ingin masuk dalam sebuah masalah, maka  perhatikan hal-hal tersebut diatas. Sengketa berkaitan dengan kepemilikan tanah biasa berujung pada proses hukum berbelit menghabiskan tenaga dan waktu serta uang. Tidak jarang sengketa kepemilikan lahan berbuntut dan selesai  dengan tebasan badik.

 

 

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in TANAH. Bookmark the permalink.

One Response to Beli Tanah Bukan Sembarang Beli

  1. om, terima kasih woso, ini informasi penting buat saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s