ATA KEO DAN ATA ENDE

Atakeo adalah salah satu blog yang saya buat sebelum blog Nagekeo (tanagekeo). Saya katakan salah satu blog, karena memang ada beberapa blog  telah saya luncurkan dalam proses belajar berinternet. Blog-blog itu ditinggalkan ada yang karena ketidak pahaman saya . Atakeo artinya orang Keo. Keo adalah salah satu wilayah di pesisir selatan Nagekeo. Keo sendiri adalah nama sebuah kampung di sebelah barat Mauponggo. Kampung itu bernama Maukeo. Atakeo atau orang keo berasal dari orang Pulau Ende untuk menyebut orang pesisir selatan Nagekeo. Orang pesisir selatan punya hubungan baik dengan orang-orang dari pulau Ende.

Pulau Ende sebuah pulau kecil di depan teluk Ende. Semua penduduk pulau ini beragama Islam. Pekerjaannya adalah nelayan. Mereka melaut manangkap ikan dengan cara memancing, menjala. Menjala dan memancing tidak menghasilakan banyak tangkapan. Orang pulau Ende sejak lama menangkap ikan dengan membom. Bahan dinamit diisi dalam botol atau kaleng dan dipasang sumbu. Dengan sampan-sampan mereka mencari kawanan ikan. Menyulut sumbuh dilemparkan ke himpunan kawanan ikan yang muncul ke atas permukaan air. Bom meledak dan mematikan banyak ikan. Ikan langsung dijual di desa dekat tempat bom diledakan. Karena kemalaman atau karena halangan cuaca, para nelayan sering tidak bisa kembali ke pulau, mereka melabuhkan perahu dan tidur di perahu atau menginap di rumah penduduk. Perkenalan terjadi, lama-kalamaan ada yang menetap dan menikahi orang setempat. Salah satu tempat persingghan adalah Maukeo (pantai Keo).

Orang pulau menamai penduduk pantai selatan sebagai ata Keo. Pada masa itu orang Keo hidup sebagai petani sederhana. Umumnya petani kelapa dengan kebun palawija di bawahnya. Nelayan pulau Ende menjual hasil tangkapan kepada penduduk pesisir Flores. Nelayan-nelayan dari pulau Ende semuanya beragama Islam. Orang pesisir selatan Nagekeo menamai orang Islam dengan sebutan ata Ende atau sira ta ende (yende). Sebagai orang Ende, para nelayan menggunakan bahasa Ende. Karena itu bahasa Ende menjadi bahasa kedua di wilayah pesisir selatan Nagekeo. Bahasa Ende sendiri digunakan oleh orang-orang Islam di pesisir. Penduduk setempat yang turunan pulau Ende dan beragama Islam semuanya menggunakan bahasa Ende. Bahasa Ende Identik dengan bahasanya orang Islam pesisir. Nama-nama kampung seperti Daja, Pu’u Kungu di Keo Tengah adalah nama kampung yang ada di wilayah Ende. Mata pencaharian orang pesisir selatan Nagekeo memberi ciri tertentu. Petani adalah penduduk asli pesisir selatan Nagekeo. Pelaut dan nelayan umumnya ata Ende yang Bergama Islam. Sira ta Ende tidak selalu orang Ende. Penduduk setempat yang beragama Islam disebut sira ta Ende. Di kalangan mereka bahasa Ende digunakan disamping bahasa setempat. Pola kehidupan masyarakat pesisir yang beragama Islam juga berbeda dengan saudara sesuku mereka yang lain. Budaya pulau Ende diserap masuk dalam kehidupan penduduk lokal yang beragama Islam.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s