Aku Butuh Sedikit Motivasi

Hidup itu sebuah perjalanan panjang. Saya tidak tahu kapan itu berakhir. Yang jelas diyakini setiap langkahku adalah menjadi bagian dari perjalananan itu sendiri. Perjalanan hidup dapat dianalogikan dengan pembangunan sebuah rumah kehidupan. Sebuah bangunan akan dimulai dengan menyiapkan lahan untuk membangun rumah itu. Konstruksi disesuaikan juga dengana keadaaan lingkungan. Di suatu tempat yang luas rumah itu bisa dibangun luas secara horisontal. Bila tempat sempit mungkin terpaksa dibangun luas secara vertikal (bertingkat). Pintu bangunan selalu menghadap ke jalan. Terbuka untuk melihat dan dilihat orang lain. Terbuka untuk disapa dan menyapa. Dalam keadaan terburuk dalam hidup pintu menjadi akses untuk saling menolong.

Membangun kehidupan seperti membangun rumah perlu fondasi. Rumah menjadi kokoh bila memliki fondasi yang baik dan kuat. Perjalanan hidup adalah usaha membangun kehidupan itu sendiri. Setiap orang harus menyusun batu merekatkan batu dengan campuran pasir dan semen. Agar keempat sisi menjadi kuat maka diperlukan jaringan besi yang saling terkait dan bersinggungan. Akhir-akhir ini orang berusaha mencari cara mengikat besi-besi agar kuat dan tahan goncangan.Membangun sebuah kehidupan pribadi harus lebih dahulu membangun dasarnya. Kita harus melakukan sesuatu untuk bisa memperkuat kehidupan pribadi. Bangunan pribadi kita dibentuk oleh kebiasan-kebiasaan pribadi sendiri.

Setiap orang ingin dilihat seperti apa? Setiap membangun rumah, kita rancangkan rumah itu bakal seperti apa kelihatannya. Segala accesories akan mengkuti sesuai dengan bentuk bangunan utama. Saya mau jadi apa kelak? Saya mau menjadi seperti apa? Bila kita anggap hidup ini terus berjalan dan mengalir, maka butuh sebuah kemampuan untuk beradaptasi. Menyesuaikan  hidup dengan kondisi sekitarnya. Situasi dan kondisi dapat berubah pasti dihadapi dalam perjalanan hidup ini. Atap rumah bisa bolong ditiup angin. Jendela dan pintu rumah bisa keropos engselnya dan terlepas. Semuanya pasti butuh perbaikan. Bangunan utama, fondasi dan tembok rumah tetap utuh.  Semangat hidup  bisa turun dan bisa tidak menentu diterpa keadaan sekitar. Apa pun keadaanya saya yakin ini perjalanan hidup saya. Aku hanya membutuhkan sedikit motivasi untuk terus memperbaiki diri dan berjalan tegar tanpa henti….

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in PERJALANAN HIDUP. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s