Petikan Kitab Suci dan Doa di SMS

Setiap hari minggu saya menerima SMS dari salah seorang sahabat. Isinya tidak ada yang lain kecuali petikan kalimat Kitab Suci. SMS itu selalu ditutup dengan selamat hari minggu.  Telepon genggam memberi tanda bip (sekali bunyi), saya segera membukanya dan sejenak saya baca wejangan itu. Ada saat saya tersentak dan terbawa merenung sedikit. Pada kesempatan lain saya menganggap angin lalu dan mengabaikan. Suasana hati menentukan sikap dalam menanggapinya.

Suatu saat saya mendapat SMS berantai. Sukses bagi yang menyebarkannya. Dan malapetaka bisa terjadi bagi yang tidak segera meneruskannya. Saya iseng mengirim lanjut ke seorang teman yang imam. Dia langsung jawab dengan sebuah tanggapan sinis. Ini cara jual teknologi. Semakin banyak mengirimkan SMS, semakin besar keuntungan yang dikeruk dari penggunaan teknologi. Ada benarnya. Karena ternyata ada bagi hasil keuntungan di sana. Saya berusahaa tidak sekeras teman saya yang pastor kampung di Flores itu. Saya membenarkannya tetapi ada usaha mencari sisi positif lainnya.

Yesus selalu menggunakan kata kerja. Pergi, lakukan, wartakan! Dalam perintah itu tidak menentukan sarana. Perintah itu begitu umum. Kalau saja pergilah dengan menggunakan keledai, maka kita dihadapkan pada sebuah pilihan terbatas. Sarananya keledai. Dalam kaitan dengan SMS anggaplah sebagai sarana pewartaan. Benih kebaikan itu ditabur melalui sarana modern ini. Tetapi urusan tumbuhnya benih pewartaan tergantung dari kondisi lahan hati kita. Subur dan berbuah atau hampa dan kering tak berdaya semuanya mungkin. “Tuhan memberi berkat agar kita tahu  Dia mencintai kita. Tuhan memberi persoalan agar kita tak melupakanNya. Cukup harapan agar kita bersukacita dan cukup cobaan agar kita kuat dan selalu mengandalkanNya. Selamat  hari minggu. God bless  You all. Salam ” bunyi sms dari salah satu rekan bisnis pagi ini.

Advertisements

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s