Siswa Memukul Guru di Bengga Salah Siapa?

Berita ini saya kutip dari blog mosadaki.wordpress.com  Hal ini terjadi di Bengga sebuah SMA di wilayah Kecamatan Keo Tengah.  Peristiwa ini mungkin sudah terlalu terlambat  untuk diangkat. Tetapi yang mau kita soroti adalah mengapa semuanya terjadi. Berdasarkan informasi yang saya peroleh antara guru dan siswa ada hubungan kekerabatan. Rumah pun berdekatan.  Sang siswa melakukan pemukulan setelah menerima pukulan dari guru. Ada kebiasaan di dalam keluarga di Flores adalah memukul anak-anak sebagai cara mendidik. Dalam budaya Flores, khusus Nagekeo perlakuan kepada anak sendiri biasa lebih keras. Kebiasaan ini mempengaruhi sikap guru di sekolah kepada anak-anak didik yang masih dalam kekerabatan. Anak-anak sangat patuh dan hormat kepada orang tua dan guru  termasuk hal-hal yang diluar nalar.

Guru-guru di Flores umumnya masih berkeluarga dengan para anak didikannya. Orang tua sangat mempercayakan pendidikan anaknya pada guru. Peran orang tua beralih kepada guru yang masih keluarga dekat, atau pun yang tidak dalam keluarga besar pasti punya hubungan sangat baik dengan orang tua. Apa yang terjadi di Bengga, Keo Tengah, Flores pasti ada kaitan dengan semua yang dikatakan diatas. Guru menjadi kurang sabar dan bersikap ekstra keras pada murid yang punya relasi keluarga. Guru bersikap sebagai orang tua memperlakukan semena-mena pada siswa. Selama masih terkontrol siswa akan menerima semua perlakuan yang tidak mendidik itu. Yang terjadi di Bengga adalah murid melakukan pemukulan pada guru setelah menerima perlakuan yang berlebihan. Ini harus menjadi perhatian bagi para pendidik di Flores, khusus di wilayah Keo Tengah dimana guru dan murid masih punya hubungan kekerabatan yang dekat.  Para guru harus lebih mawas diri sebagai pendidik agar tidak terjadi hal-hal yang lebih buruk.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Siswa Memukul Guru di Bengga Salah Siapa?

  1. Frumentius somerpes says:

    pendidikan secara luas tidak sekedar pemberian ilmu oleh para pendidik tetapi juga mengikutsertakan penanaman nilai dan moral. banyak persoalan bisa saja diinterpretasikan secara keliru oleh tiga subyek pendidikan itu sendiri, yakni guru, siswa dan orang tua. saya berpikir bahwa UU tentang kekerasan terhadap anak justru membuat pendidikan itu makinn kerdil. pandangan masyarakat kita selalu mengatakan bahwa memukul berarti membuat kekerasan tetapi sebetulnya hemat saya, tidak. sebuah kenyaan bahwa, ketika dalam konteks tertentu dibiarkan untuk berbuat seenak perutnya, ini malah membuat guru, sebagai seorang pendidik yang bekerja untuk pembentukan watak dan kepribadian manusia malah dipersalahkan. sekarang tinggal pikiran kita yang mesti dibenahi. kalau guru memukul dalam batas kewajaran demi tujuan pendidikan itu sendiri, tak perlu guru kita persalahkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s