Aku Orang Nagekeo

Seorang anak muda berkulit sawo matang , dia ikut berkumpul bersama para ketua lingkungan wilayah VI paroki St. Aloysius Gonzaga. Mewakili teman OMK (orang muda Katolik) dia menjelaskan program. Ketika sedang bicara dia menyapa  saya dengan Om bukan dengan Pak kepada  yang lain. Waktu rapat selesai, saya tanya kamu dari mana,”Bajawa, Ngada” katanya. Saya langsung  berbicara dengan bahasa Bajawa. Tetapi dia tidak nyambung. Dan saya meragukan asalnya dan bertanya lagi. Saya dari Nangaroro akunya. Saya segera mulai berkomunikasi dalam bahasa ata Ma’u. Seperti biasa orang Nagekeo mananyakan siapa nama orang tuanya. Tetapi sayang setelah sekian puluh tahun dirantau saya kurang mengenalnya. Ini sebetulnya tidak menjadi soal. Yang saya mau angkat di sini belum banyak orang Nagekeo, yang tegas menyatakan AKU ORANG NAGEKEO.

Nagekeo bukan Ngada Selatan atau Ngada Timur, walau Nagekeo adalah sesungguhnya pecahan dari kabupaten Ngada.  Nagekeo adalah Nagekeo.  Tanpa mengecilkan Ngada dan perannya dalam pembentukan kabupaten baru ini, karena secara sosial dan ekonomi Ngada dan Nagekeo atau kabupaten lainnya harus bersynergi. Nagekeo berdiri sendiri secara geografis dan etnis, bahasa dan budaya yang berbeda dari Ngada. Nama Nagekeo masih asing di telinga banyak orang di negeri ini. Jangankan Nagekeo, banyak orang masih tanya apakah Bima sama dengan Flores. Yang lebih seru lagi ada yang tanya apakah saya punya uang Amerika. Ada dolar nggak? Karena disangka kulit hitamku sama dengan Muhammad Ali, raja tinju yang kini mengidap parkinson itu. Flores dipikir dekat Amerika. Mari orang Nagekeo, katakan Saya Orang Nagekeo. Kita semua harus ikut mempromosikan Nagekeo, cukup dengan mangaku orang Nagekeo. Ingat KAPET MBAY ada di Nagekeo. Ada pelabuahan udara Surabaya II di Nagekeo. Gudang beras Flores ada di Nagekeo. Dan tidak kalah seperti daerah lain potensi laut di Utara dan Selatan, kakao, cengkeh, vanili dan kopra, jambu mede, padang gembala luas penuh harapan  dan pesona pasti  membuat kita bangga menyebut AKU ORANG NAGEKEO. Dan  saya tanpa ragu mengatakan saya orang Nagekeo.

Advertisements

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s