Pasar Maunori Menyimpan Masalah

Ada tiga lokasi pasar di wilayah selatan Nagekeo.  Mauponggo, Maunori dan Nagaroro. Dari ketiga pasar tradisional, pasar Maunori adalah lokasi pasar paling tua, yang  didukung dengan toko-toko warga Tionghoa dan Arab.Para pedagang Tionghoa dan Arab  setiap hari menghidupkan perdagangan hasil bumi dan kebutuhan pokok lainnya.  Masih ingat perdagangan kopra pernah jaya di wilayah ini. Bahkan di Maunori pernah ada gudang kopra yang lumayan besar. “Lihat saja akan saya tanam pisang di tengah pasar,” kata seorang warga yang merasa memiliki hak adat atas tanah pasar seluas lapangan sepak bola. Pemanfaatan lahan untuk kepentingan publik di daerah memang menyimpan masalah. Andai benar seorang pemilik lahan menanam pisang ditengah lahan pasar, maka akan mengundang banyak reaksi. Para pedagang dan pengunjung pasar tentu akan terganggu. Hal ini jelas menimbulkan konflik horisontal. Nampak pemilik lahan sebagai orang yang bersalah. Dia mengganggu ketertiban umum. Pemilik lahan pasti yang akan disudutkan. 

Kasus pasar Maunori, yang sudah mulai bergeliat meradang bisa merupakan sebuah isu panas, yang perlu menjadi perhatian pemerintah Nagekeo. Bila benar pemilik lahan menggulirkan isu ini, maka pihak pemerintah daerah perlu waspada.  Banyak lapangan sepak bola, banyak lokasi pembangunan sarana umum seperti sekolah dan kantor desa dilakukan di atas lahan orang lain. Pemilik lahan merasa hak-haknya terabaikan.  Sebuah pekerjaan rumah yang tidak ringan bagi pemerintah kabupaten baru dengan kemampuan finasial sangat terbatas . Tetapi semuanya pasti ada solusi demi kepentingan rakyat banyak.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Pasar Maunori Menyimpan Masalah

  1. nocho says:

    sangat ironis skli,ktika pasar iru sda lma adanya..dan menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat keo tengah,klo sy tdk slah pedagang2 luar daerah jg msuk,entah dri pdgang dri kab ende ,mbay ,boawae,bajawa,dan pdgang2 di sktar wilayah nagekeo itu sdri.Bgmn tdk ironis dgn keadaan pasr yg sdah banyak menghidupi banyak org itu,yg wlaupun aktftasx smggu skli..sudah mlai di tandai dgn aroma2 pengambil alihan oleh yg ktax empunya tanah??klo pun pmrntah stempat mw mencari tmpat baru,tapi kira2 dmn ya??hehehehe dgn kondisi geograrisx sprti itu sy pikir hmpir tidak ada tmpat yg ckp luas…ironis..sy yakin pemrintah jeli…maaf klo mngkin sy keliru..walaupun mgkin cma 3 blan skli ato 1 blan skli sy ke mau,bw jenguk nenek dan sanak family yg kbtlan org keotengah..tpi stidaknya sy jga mengikuti perkembanganx..miss u mau…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s