Meninggalkan Tas Tanpa Pengawasan

Ketika orang berderet-deret menerima sakramen ekaristi (komuni) di Gereja, saya melihat beberapa tas  di bangku depan saya ditinggalkan begitu saja. Pada saaat giliran deretan bangku kami, saya amenjumpai lagi bebrapa tas dibiarkan begitu saja di bangku.  Di beberapa gereja ada pengumuman agar umat tidak meninggalkan tas di bangku, tetapi selalu dibawa serta.  Kejadian di gerejaku dan pengumuman di gerja yang lain menunjukkan dua hal. Pengumuman di gereja menunjukkan ada umat yang bisa berlaku tidak jujur. Kejahatan bisa terjadi karena ada peluang dan kesempatan. Untuk tidak memberi peluang dan kesempatan bagi yang tidak jujur berlaku curang, sebaiknya menjaga barang-barang milik pribadi. Banyaknya sandal; dan sepatu pribadi yang bagus hilang dimesjid karena ada kesempatan. Pemiliki memberikan peluang dengan meninggalkan tanpa pengawasan. Suatu saat saya mengikuti pertemuan doa bersama (adorasi) di Hotel Mulia. Semua wajib membuka sepatu dan sandal. Tetapi setiap orang diberikan kantong plastik untuk mengisi sepatu dan dibawa masuk ruangan. Tidak ada peluang dan kesempatan bagi  seorang untuk melakukan kejahatan. 

Meninggalkan tas dan barang pribadi di bangku tanpa pengawasan menunjukkan adanya kepercayaan pada sesama dalam ruang ibadah. Suatu saat saya duduk dalam bus di Jepang. Tas saya berada jauh dari saya. Saya sedikit cemas. Seorang Jepang berada di sampingku mengatakan:””Jangan cemas, ini Jepang”.  Pada kesempatan lain teman saya dari Indonesia kehilangan kamera di Korea. Ternyata tertinggal di kursi kereta. Kami turun di salah satu kota. Dan kereta meneruskan perjalanan ke Seoul.  Melalui telepon ke kantor stasiun di Seoul, kamera dapat ditemukan.  Setelah bebeberapa bulan  mengembara di Korea, saya ingin pulang ke Indonesia. Sesampai di terminal bus di Changwon, saya segera memasukkan kopor kedalam bagasi bus. Saya ke restoran dan berbicara dengan seorang teman. Ternyata bus sudah berangkat  bersama kopor saya ke Seoul. Saya cemas.  Saya menumpang bus berikut, sang sopir mengatakan tidak apa. Di Seoul anda jangan turun dari bus sampai ada kopornya. Dan senang karena saya bisa pulang ke Indonesia dengan kopor saya. Di Jepang dan di Korea, juga di gerejaku tadi memperlihatkan bahwa masih ada kejujuran di bumi ini. Kejahatan dan keburukan pasti juga ada karena ini dunia manusia.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Meninggalkan Tas Tanpa Pengawasan

  1. mosadaki says:

    kejujuran adalah hal jorok dan membosankan… kira-kira ini adalah ungkapa bagi setiap org yg berniat berlaku tdk jujur. mereka tdk memandang t4.. mereka hanya melihat peluang… sanadal hilang di mesjid atau HP hilang di gereja saat orang menerima komuni…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s