Kowa Peti Jenazah Orang Nagekeo

Setahun  lalu tepatnya tanggal 15 Januari 2009 ayah kami meningggal dalam usia tua setalah lama sakit dan buta kemudian meninggal dunia di Mauromba. Malam itu saya sedang berada di kota dingin Ruteng.  Saya membaca  berita itu dari SMS dalam telepon genggam yang tertinggal dalam mobil. Saya segera bergegas kembali ke kampung. Sambil menahan rasa duka saya terus ke Bajawa untuk memesan peti jenazah. Peti jenazah di Bajawa terbuat dari kayu pohon randu.  Ketika pertama kali saya melihat peti jenazah , ada rasa penolakan karena terlalu lapuk bagaikan kayu sampahan. Tetapi pemilik usaha peti jenazah mengatakan bahwa masih ada yang lain. Saya melihat agak mulus. Ternyata peti jenazah di Bajawa menggunakan bahan dasar pokok randu kemudian dilapisi triplek mengkilat. Tidak ada pilihan. Peti diangkut dengan mobil truck angkutan orang (bis kayu). Peti ditutup terpal dan ditaruh di atas atap. Dua jam perjalanan menuju Mauromba. Saya teruskan perjalanan menuju rumah duka dengan kendaraan pribadi. Setelah dilapisi bagian dalam dengan kain putih dan dihiasi jenazah almarhum ayah ditempatkan dalam peti jenazah. Betapa pun sederhana tetapi itu yang terbaik.

 Dalam budaya orang Keo atau Nagekeo umumnya jenazah hanya dibungkus kain kapan  dan ditempatkan diatas tikar. Kemudian sebagai tanda hormat orang menutupinya dengan  ragi kain tenun tradisional. Jenazah akan dihantar kepemakaman menggunakan saga (keranda bambu) yang dibuat untuk sekali pakai. Keranda selalu dibuat dari pohon bambu yang baru dipotong. Saya masih ingat pada masa kecil, kami sangat takut melihat saga (keranda jenazah) yang dibuang di semak pandan di pinggir pantai. Kami menghindari berjalan sendiri apalagi berenang dekat tempat pembuangan keranda.

 Pada masa lalu tidak semua orang menggunakan peti jenazah. Yang dimakamkan dengan peti jenazah hanya orang yang terhormat dan mampu. Peti jenazah orang Nagekeo disebut kowa (perahu). Peti jenazah dibuat dari batang pohon yang utuh kemudian di pahat, dibuat lubang untuk tempat pembaringan jenazah kemudian diberi tutup dengan bahan kayu pohon yang sama. Kowa dibuat seketika setelah orang meninggal dunia. Dalam adat Nagekeo tidak boleh menyiapkan peti jenazah sebelum kematian tiba.  Bentuknya menyerupai sampan  atau perahu yang dalam bahasa daerah disebut kowa. Jenazah ditempatkan dalam kowa biasanya lebih dari dua hari sebelum dimakamkan. Hari-hari duka menjadi seperti pesta besar. Kampung penuh dengan manusia, dan semuanya harus diberi makan. Kedukaan tidak hanya  milik keluarga sendiri tetapi menjadi kedukaan orang sekampung. Semuanya berpartisipasi untuk melayani tamu, yang datang dari jauh.

 Kowa hanya digunakan untuk mosadaki pu’u( tetua adat). Tetapi kini kata kowa sudah tidak pernah lagi dibicarakan orang. Karena kini orang menggunakan peti jenazah yang dibuat oleh tukang kampung pada saat kematian. Hampir semua orang menggunakan peti jenazah kecuali saudara saudara yang beragama Islam hanya dibungkus dengan kain kapan. Walau pun berasal dari masyarakat adat setempat, jenazah yang beragama Islam tetap dimakamkan segera . Beda dengan warga  lainnya, yang  selalu menunggu sampai semua anggota keluarga dekat datang berkumpul. Terkadang sampai ada aroma tak sedap disekitar jenazah.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Kowa Peti Jenazah Orang Nagekeo

  1. kris bheda says:

    tidak ada rumah damai selain di surga..om saya turut berduka..bagi saya penguburan yang layak adalah yang utama..salam

  2. tanagekeo says:

    @ Kris: Terima kasih atas sympatinya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s