LUHUT SITOMPUL DAN BURUNG TAK BISA TERBANG

Kasus Bank  Century telah menyita perhatian. Media begitu gencar menyorot aktivitas rapat Pansus. Masyarakat jadi bingung. Apa yang mau dicari dari hiru pikuk ini. Yang nampak hanyalah suara gaduh anggota dewan. Dan yang paling gaduh adalah Luhut Sitompul. Dia selalu ingin bicara dan tidak tahu kapan dan bagaimana etika bicara.  Luhut memperlihatkan sikap seorang parlemen sejati. Seorang tukang bicara. Dan hanya mau bicara, tanpa mendengar. Luhut pernah mengatakan jangan mengajara burung terbang. Karena yang tidak bisa terbang hanya burung kita.  Luhut mengatakan jangan seperti ingus, yang hanya keluar masuk.  Begitu banyak ucapan Luhut mengingatkan kita akan obrolan orang warung kopi.  Saya tidak tahu pendapat pembaca lain. Muak menonton televisi, khusus acara rapat kasus Bank Century, tetapi secara akal sehat saya dituntut untuk mengikuti perkembangannya.  Aku muak  muak…dan muak….muak…. Siapa tak muak???

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to LUHUT SITOMPUL DAN BURUNG TAK BISA TERBANG

  1. kris bheda says:

    om saya juga muak….Luhut menjadi cerminan buruk anggota dewan, penyampaian gagasan tidak santun dan terukur..sangat mengecewakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s