MELACAK HITUNGAN MASA DAN NAMA HARI KALENDER BAHASA NAGEKEO

Begitu saja ko repot, kata Gus Dur.  Semuanya baik dan diterima biasa saja. Menerima apa adanya. Tidak usah repot dan rumit memikirkan. Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat , Sabtu dan Minggu adalah nama hari selama satu pekan. Dan dalam sebulan ada 30 hari. Itu memang demikian. Sudah biasa. Ada yang saya anggap rumit. Tidak biasa dan bahkan belum pernah mendengar atau mendapat pelajaran tentang ini.  Mencari kosa kata dalam bahasa Nagekeo nama hari dan perhitungan kalender.

Ayah saya dengan pendidikan sederhana dia mencatat semua tanggal lahir kami dalam sebuah notes kecil buatan sendiri. Sebagai seorang yang pernah sekolah di Sekolah Rakyat Kelas 3 dia mencatat dengan tepat hari, tanggal. bulan dan tahun kelahiran kami.  Yang paling saya ingat adalah satu catatan dalam bahasa daerah. Kesu dan Pere. Bulan baru timbul disebut kesu atau wuda kesu. Sesudah bulan perrnama ada pere, wuda pere (bulan menyusut atau padam). Kesu do’e adalah bulan terbit hari pertama. Kemudian disusul dengan kesu rua (2), kesu tedu (3),  kesu wutu(4) dan seterusnya. Sesudah bulan purnama akan disebut pere do’e adalah bulan menyusut hari pertama. Dan seterusnya disusul dengan pere rua (2), pere tedu (3), pere wutu (4), pere dima (5) dan seterusnya. Ini yang disebut penanggalan Nagekeo berdasarkan terbitnya bulan.

Dalam budaya orang Nagekeo, khususnya di daerah Keo Tengah catatan kelahiran beradasarkan  kesu dan pere dingat oleh orang tua. Tanggal lahir berdasarkan perhitungan kesu dan pere dianggap sebagai hari baik bagi masing-masing orang. Ada kepercayaan saaat kelahiran adalah saat terbaik yang ditentukan Tuhan bagi setiap orang. Ini adalah hari yang terberkati. Dan kehidupan manusia teristimewa kelahirannya adalah kehendak ilahi (oda fonga ko’o Ngga’e). Pada musim tanam seorang diminta untuk membawa keranjang (mboda) berisi benih ketengah ladang yang siap tanam. Orang berusaha menyesuaikan saat menanam jagung atau kacang  dengan saat kelahiran seorang. Orang mencari seorang yang mempunyai hari kelahiran yang cocok dengan saat tanam untuk membawa keranjang benih (didi wini). Ada semacam harapan bahwa berkat Tuhan yang hadir pada saat kelahiran seorang menjadi waktu baik  yang memberi pengaruh  pada pertumbuhan benih hingga bisa subur dan  berbuah.

Ada satu pertanyaan besar yang belum ada jawaban. Apa sih nama hari  selama sepekan dalam bahasa Nagekeo sebelum kata-kata Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu masuk dalam kosa kata Nagekeo? Ko repot amat, terima sajalah…. Pusing amat. Tanyakan saja sama rumput yang bergoyang. Hanya senyap dan semakin gelap menemukan nama hari dalam bahasa asli Nagekeo.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s