HARI-HARI MENGAWALI TAHUN BARU 2010

Menyongsong fajar tahun baru 2010, keluarga besarku berkumpul di rumah salah satu saudara. Kami memilih rumah Hubert di Kota Wisata Cibubur. Sebuah lokasi yang sangat nyaman untuk acara semacam ini. Maklum suasana bakal sedikit gaduh. Ada anak-anak yang berteriak dan berlari. Kami enam bersaudara semuanya berada di Jakarta. Tetapi sayang Tuhan telah memanggil salah satu dari saudara kami. Dia meninggalkan kami ketika sedang melakukan olah raga dengan meninggalkan isteri dengan dua orang anak. Salah seorang anaknya sekarang di Seminari Wacana Bakti Jakarta. Dan seorang mahasiswa jurusan Psikologi di Unika Atmajaya. Dalam keluarga besar masih ada seorang saudara sepupu dan keponakan. Bersama anak dan cucu kami jumlahnya  tidak kalah dengan penduduk kampung Mauromba  anndaikan saja disatukan dalam satu komplek  townhouse sendiri. Kalau begitu tak beda sama keluarga betawi.  Di depan Gereja Katolik Cijantung ada satu rumah besar dan bertumbuh bangunan kecil yang menghimpun satu keluarga besar sampai  4 lapis keturunan. Saya jadi ingat pada masa lalu. Di rumah kakek  Taa Gudhu  di Romba Nuamuri. Ada sebuah rumah panjang yang dihuni oleh Kakek dengan tiga isteri, keluarga keponakan beserta keluarga anak-anaknya. Saya masih ingat beberapa cucu dari om (buyut kakek saya) lahir di rumah ini.

Malam tahun baru masing-masing keluarga membawa makanan dari rumah.  Dan tidak lupa minuman termasuk tuak, yang dikirim dari Manado. Tidak ada acara istimewa. Kami hanya berkumpul bersama menyongsong fajar baru sambil makan dan mencicipi minuman. Ada kesepakatan tidak boleh ada yang mabuk. Jadi semuanya aman. Pada 10 menit menjelang tahun baru, kami berkumpul duduk dan berdoa. Sesudahnya kami bersalaman, berpeluk cium penuh haru. Ada gembira ada kesedihan. Yang pasti kami semua tidak tahu apa yang bakal terjadi. Yang ada hanya sebuah kepasrahan bahwa Tuhan yang mengatur segalanya.  Selamat Tahun baru buat semua yang membaca catatan ini.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s