Mohon Maaf Mengabaikan Para Sahabat

Sudah lebih sebulan saya tidak aktif membuka blogku.  Karena satu dan lain hal saya tidak menyapa lagi sahabat.  Beberapa waktu lalu saya melakukan perjalanan ke luar kota. Sekali saya ke Surabya, dan lain waktu saya amengunjungi satu daerah minus Wonogiri. Perjalanana ke Wonogiri sedikit istimewa. Saya kesana  untuk memuaskan dahaga ingin tahuku.  Ternyata daerah  berbukit-bukit dan tandus ini tidak jauh berbeda dengan wilayah di kabupaten Nagekeo.  Tanah gersang ini banyak ditumbuhi pohon jambu mete. Di dua gerbang kampung saya melihat  monumen jambu mete dibuat sebagai pertanda  produk unggulan wilayah.

Membandingkan Wonogiri dengan daerah Flores, khusus  Nagekeo , saya melihat ada kesamaan dengan wilayah Ndora dan Boanio.  Tetapi pencapaian wilayah ini bisa terasa ketika memasuki gerbang perbatasan.  Gerbang kota begitu megah menyambut tamunya.  Daerah tandus ini menggiring milyaran rupiah masuk desa-desa melalui anak-anak rantau. Ada kebanggan orang  Jawa, sukses diukur dengan berapa besar uang yang dibawa pulang membangun kampung halaman. Dan Lebaran adalah hari dimana mereka secara beramai-ramai pulang kampung. Pada saat itu hingar bingar kamppung seperti sedang terjadi bazar. Puluhan bus bahkan ada ratusan bis melintasi jalan mengangkut pemudik. Begitu banyak uang yang mengalir melalui kantor pos dan bank. Itu jumlah uang yang bisa dideteksi. Tetapi  masih sejumlah uang  tak terdeteksi milyaran uang kontan yang dibawa oleh para pengemudi beredar di wilayah ini. 

Saya tertarik akan jambu mede. Gelondongan jambu mede Flores termasuk asal Nagekeo dikirim ke daerah ini. Jambu mede di kupas, diasapi untuk melepaskan kulit ari, kemudian dikirim ke pengepul dan dijual ke Bandung, Jakarta dan Surabaya.  Harga jambu mede yang sudah dikupas Rp. 60.000,-/kg.  Suatu jumlah yang luarbiasa bagi orang  Nagekeo. Pertanyaanku kapan  penduduk Keo Tengah dan Ndora  bisa belajar mengupas, mengasap dan melepaskan kulit arinya kemudian menjual dengan harga yang lebih baik?

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in EKONOMI, Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Mohon Maaf Mengabaikan Para Sahabat

  1. Rosa says:

    wah om ..jalan2 ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s