Petikan Sesando Mendayu Tak Bergema di Indonesia Fisheries Expo 2009

 

DSC00085DSC00104DSC00099

Terdorong rasa ingin tahu saya  mencari stand pameran NTT di arena Balai Sidang Senayan Jakarta , Kamis  8 Oktober 2009 pada hari pertama Indonesia Fisherie Expo 2009. Dalam iklan dikatakan ini merupakan  Pameran Terbesar Produk dan Teknologi Perikanan & Makanan Laut Yang Ke-2.  Saya sempat sedih menyaksikan lokasi stand  BKPMD NTT. Pada hari pembukaan tidak ada orang yang jaga. Standnya dikeliling tali plastik seperti police line. Posisi persis disudut di bagian kiri pintu masuk. Sepi, ditinggalkan dan tak ada orang yang mengunjunginya. Ketika saya melewatinya ada seorang sempat berhenti tetapi tidak lama. Seperti biasa mengunjungi pameran, saya berkeliling. Banyak daerah menampilkan diri dengan sangat menarik. Padahal yang diekspos adalah peroduk biasa dari ikan air tawar. Tetapi sungguh mengundang perhatian. Menyaksikan sudut NTT yang sepi, tidak ada yang aneh. Orang NTT begitu yakin bahwa propinsinya punya potensi. Jadi biar kita diam saja pasti ada yang cari. Buat apa buang doi bikin pameran bagus, tidak ada gunanya. Apakah stand pameran kita begitu redup karena tidak ada biaya? Pasti tidak. Beberapa stand milik kabupten propinsi jawa Barat misalnya begitu mencolok dan mengundang banyak perhatian pengunjung. Untuk menjual banding presto saja standnya lebih baik dari NTT.

 Kekecewaan saya terobati ketika secara tak sengaja saya melintasi lorong untuk kedua kalinya. Dan saya berhenti di salah satu stand. Ternyata itu adalah NTT. Pintu masuk lokasi pameran ada logo propinsi NTT begitu besar, sementara tulisan NTT dengan tulisan redup.  Tiga buah sesando terpajang. Satu sesando  berukuran besar beserta topi daun lontar Rote di sudut ruang. Ada beberapa produk terletak tidak teratur diatas meja pemeran. Beberapa bungkus plastic bening berisi rumput laut kering, dua plastik ikan asap (ikan kayu) dan satu bungkus serutan ikan kayu. Ada sebuah pendingin berisi bungkusan baso ikan, dan juga sejumlah kaleng ikan tuna milik satu perusahaan di Jakarta. Katanya semua ikannya berasal dari NTT. Dan jadilah stand NTT  sebuah  sarana promosi dan penjualan produk olahan makanan ikan orang Jakarta.

 Membaca sejumlah brosur NTT, rasanya NTT tidak kalah dengan wilayah lain. Propinsi ini punya segudang potensi. Tetapi apa artinya potensi yang tidak ada aktualisasinya. Sama dengan sia-sia, tak ada manfaatnya. Promosi seperti ini tentu merupakan sarana untuk mencari investor yang bisa memanfaatkan potensi ini menjadi peluang bisnis. Pada saat-saat seperti ini seharusnya menjadi momentum untuk NTT tampil kuat dengan stand yang mempunyai daya pikat. Gema sesando dari seorang pemetik tidak beraya tarik luar biasa buat investor. Saya tidak sepaham dengan Carvalo, pegawai Perikanan NTT,yang mengatakan  tidak apa kita tidak perlu banyak promosi, mereka itu produk ikan air tawar. Kita punya produk ikan laut untuk ekspor. Mereka sebenarnya kecil, hanya untuk konsumsi lokal. Pendapat seperti ini yang ikut meredupkan gempita pameran potensi ekonomi NTT di mata investor. Bunyi Sesando mendayu  menyambut Menteri Perikanan dan Kelautan. Sayang petikan sesando tetap saja tidak cukup nyaring menarik investor. 

 

 

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in EKONOMI. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s