Duka Andalas Derita Kita

Rasa kantuk malam itu terlambat tiba. Aku terpana memandang layar kaca seorang diri. Sumatera Barat remuk diguncang gempa. Begitu banyak orang kebingungan.  Tangis pilu ibu anak menyayat hati. Bangunan porak poranda. Berita ini berulang kali ditayangkan melalui breaking news.

Siapa pun akan sedih. Dalam empati kemnanusiaan universal tersisip dalam ingatan akan seorang sahabat akrab. Saya berusaha mencari nomor telepon seorang sahabat saya Yoakim Koba, asal Pauleka, Mauponggo, Nagekeo. Kami hidup bersama selama 9 tahun dalam asrama di Mataloko dan Ledalero.  Buku telepon rumah kami sudah diperbaharui dan tidak  tercatat nomor telepon Yoakim.  Telepon genggam saya sudah beberapa kali diganti, dan sangat disesalkan nomor telepon sahabatku tak terekam disana.  Sehari setelah gempa aku menghubungi sahabat  Rm Anton Sae Pr di Nele, Maumere  dan dia memberikan nomor telepon yang dicari.  Saya coba berusaha berkali-kali menghubungi Yoakim melalui telepon tapi tidak tersambung. Sebuah pesan s ngkat bahwa saya ikut bersedih dan mohon berita dari sahabatku ini. Berita balasan  akhirnya datang. “Makasih teman, anak putriku yg bungsu kenamusibah meninggal karna kena pecahantembok gedung org, usia 19 thn 6 bulan smester 3, saktif di gereja. Kami lain slmt. Sy di kamps,mbl hancur, kepala sy kena dikit, Gdng kuliah lantai 3 roboh, Rumah aman, Yg lain hancur parah. Mhn doa. Mkasih.”

Tidak terdengar ada yang saling menyalahkan. Pemerintah melalui  Wapres Yusuf Kalla tegas menyatakan tanggap darurat tiga bulan ketika Presiden SBY masih belum  tiba di Indonesia.  Presiden memberikan skala prioritas lebih tinggi pada penanganan masalah kemanusiaan dalam musibah gempa Sumatera Barat, daripada acara pelantikan Dewan. Sebuah keputusan bijak. Presiden untuk rakyat dan berada di tengah rakyat. Karena itu patut diangkat jempol kehadirannya ditengah penderitaan rakyatnya.

Setiap ada musibah pasti ada usaha penggalangan dana. Sang Presiden tidak tanggung-tanggung, beliau menyatakan siap menerima uluran tangan negara sahabat. Semoga setiap orang yang terlibat dalam segala hal yang berkaitan dengan bantuan sosial ke Sumatera Barat sungguh bekerja tanpa pamrih. Karena sering terdengar bahwa sejumlah bantuan disunat dan salah sasaranya. Kepentingan pribadi, golongan harus di sisihkan demi orang banyak. Karena masalah Sumatera Barat adalah masalah bangsa, duka andalas adalah derita kita semua anak bangsa. Doa kita semua semoga Tuhan memberikan kententeraman hidup abadi bagi yang meninggal dan ketabahan dan kesembuhan bagi semua saudara  yang  terpaksa hidup penuh derita karena musibah ini.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Duka Andalas Derita Kita

  1. Iklan Gratis says:

    Subhanallah…
    bencana alam terus menerus menerpa negara kita…
    belum pulih keadaan trauma yang melanda warga Jawa Barat,
    sekarang sudah timbul lagi bencana alam yang sama….

    sungguh negara kita sedang mengalami cobaan dari sang pencipta…
    semoga para korban diberi kesabaran serta kekuatan, amin…
    semoga para korban tewas yang tertimbun reruntuhan gedung, dapat segera dievakuasi.

    semoga kejadian ini semkain mendekatkan kita kepada sang pencipta.
    bahwa segala yang ada dialam ini adalah miliknya…

    semoga saja peristiwa ini semakin menguatkan rasa persaudaraan kita…
    agar kita mw meringankan tangan serta menyisihkan sebagian rejeki kita untuk mereka.
    Iklan Gratis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s