Mati Setelah Empat Menit Berkomunikasi

Orang Mauromba harus naik perahu motor ke Ende, atau ke Nagaroro diteruskan naik truck ke Ende untuk sekedar menelpon atau kirim telegram. Bapa saya selalu ke Ende dan menghubungi kami melalui kantor telkom. Untuk hemat biaya bisa dilakukan collect call (biaya ditanggung yang menerima telepon). Ini tentu cerita lama. Saat ini orang sudah bisa menghubungi anggota keluarga diperantauan dari rumah atau tempat tidur.

Berkomunikasi via telepon di Keo Tengah sudah umum. Yang menjadi masalah saat ini khusus di Keo Tengah sambungan telekomunikasi segera putus setelah empat menit. Sampai sekarang masih belum jelas alasannya.  Telepon selalu putus dan meminta kesabaran untuk menghbungi kembali. Keo Tengah tidak sendirian tetapai hampir sebahagian besar wilayah Nagekeo  masih jauh ketinggalan dalam bidang prasarana baik jalan raya, listrik maupun telepon.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Mati Setelah Empat Menit Berkomunikasi

  1. kris bheda says:

    ini derita lama yang sampai kini belom terobati…mungkin perlu resep dan dokter yang mumpuni…tapi tidak mengapa, perlahan-lahan nagekeo sudah semakin membaik…Romba, khususnya, akhirnya tidak seperti dulu lagi…ini pantas untuk disyukuri sekaligus harus selalu mencari media alternatif untuk menuju perubahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s