Kedimali Tidak Lagi Terisolasi

 Banyak warga masyarakat pesisir selatan Nagekeo hanya mengenal nama Kedimali. Seperti namanya,  kampung ini memang berada di gunung (kedi) terpencil dan sulit dijangkau. Hanya orang-orang yang memiliki tali persaudaraan dan berurusan khusus akan pergi ke kampung ini. Orang Kedimali harus menempuh perjalanan yang lumayan jauh untuk sampai ke pasar Maunori dan Nagaroro. Kedimali selalu identik dengan gambaran-gambaran miring. Selalu dikaitkan dengan keterbelakangan, kuno,  kurang pendidikan  dan sebagainya.

Pemerintah daerah bekerja sama dengan program ABRI masuk desa telah membuka jalan mobil ke Kedimali.   Dengan adanya prasarana jalan yang baik akan memudahkan  mobilisasi orang dan barang dari Kedimali ke tempat lainnya.  Kedimali akan segera berubah dan berkembang. Dan pada akhirnya Kedimali tidak lagi dikaitkan dengan ketebelakangan dan ketertinggalan. Kedimali tidak lagi terisolasi.

Perubahan adalah tanda kemajuan. Dan kini Kedimali telah berubah. Mereka berubah karena Kedimali telah maju secara ekonomi. Kemajuan ekonomi terjadi teristimewa setelah masyarakat mengenal budidaya tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti cengkeh dan vanili. Sekarang sudah ada anak-anak muda Kedimali yang menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Sayang sampai saat ini belum ada orang  Kedimali yang menduduki kursi dewan perwakilan daerah. Orang Kedimali sepantasnya punya seorang wakil untuk bisa menyuarakan aspirasi rakyat Kedimali.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

5 Responses to Kedimali Tidak Lagi Terisolasi

  1. kris bheda says:

    Tuu mbee om, putra putri kedimali itu cerdas-cerdas, pengalaman saya waktu SD kalau kami lomba cerdas cermat di Nangaroro…mereka masuk nomunasi lima besar…mungkin dengan akses infromasi dan transportasi yang semakin lancar, putra putri terbaik kedimali bisa memiliki akses lebih ke dalam gelanggang politik…

  2. tanagekeo says:

    @ Kris: Saya sempat berbicara dengan seorang sarjana asal Kedimali. Sikap dan tutur katanya serta ide-idenya membuktikan orang Kedimali sudah maju.

  3. mosadaki says:

    kedimali dulu dengan sekarang beda, saya heran sekali ketika suatu saat ada oranfg-orang dari daja harus mencari pinjaman uang ke kedimali….

  4. tanagekeo says:

    @Mosadaki: Memang Kedimali sudah sangat berubah. Sekarang uang rupiah kencang beredar disana Mbeja ka kita eja. Ika tuu iwa laku disana. Pasokan ikan segar selain dipasok dari Mau juga didatangkan dari Mbay.

  5. Miranda Nage Pajo says:

    Saya adalah putri Kedimali,,,,
    Waktu SD,saya bersekolah di SD Kedimali dng bpk G eradus Kesa sbg kepsekx.
    Menurut saya keadaan Desa Kedimali dulu sngt buruk,dan termasuk daerah terpencil..mendapatkan kebutuhan hidup saja sngatlah sulit,hrus mnempuh prjalanan yg cukup begitu jauh di tmbh lagi tdak mmpunyai alat transportasi,hrus berjalan kaki.smua itu myebabkan masyarakat Kedimali susah untuk berkembang.Tapi skrng saya sbgai putri Kedimali sngt bangga,krna di lihat dri khidupan masyarakat yg smakin maju,banyk putra/i di sana sdah bnyak yg mlanjutkan pendidkan.
    Saya brharap pemerintah dapat memperhatikan lgi pembangunan masyarakat di sana….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s