Pagi Lebih Awal Dan Siang Lebih Lama

Langit masih berwarna merah sementara  lampu jalan sudah menyala.  Waktu sudah menunjukkan jam 19.00. Hari seolah lebih panjang di Seoul, Korea.  Pada kesempatan yang lain saya baru saja bangun. Langit sudah sangat cerah. Masih jam 4.00 dini hari. Matahari sudah memancarkan sinarnya. Dari kejauhan saya melihat kilatan api  orang mengelas besi di jembatan. Ada  seorang laki-laki berseragam dan  berdasi menikmati semangkuk mie panas sebagai penggajal perut sambil bergegas untuk tugas pagi.  Sebuah pemandangan di negeri Matahari Terbit.

 Masyarakat kedua kota besar pusat peradaban dagang  Asia menikmati kemurahan alam di sana. Jepang karena posisinya  terhadap terbitnya matahari. Sementara orang Korea lebih karena usahanya. Korea seperti Jepang luas wilayahnya terbatas. Dalam keterbatasan ini mereka dipaksa untuk menjaga, mengembangkan dan mencapai nilai-nilai lebih yang melampuai batas. Langit bersih di Seoul bukan tanpa sebab. Ada usaha ekstra untuk menjaga dengan menekan polusi udara seminim mungkin.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s