Ketafa Budaya Syukur Orang Keo

UMUM 575UMUM 560UMUM 559

 

UMUM 566Bagi yang pernah melintas jalan raya Raja Maunori pasti tahu Pau Ijo. Pau Ijo adalah nama sebuah kampung di bibir tebing, dekat perbatasan Wajo dan Kota Keo. Saat ini di ujung kampung sebelah utara telah dibuka jalan mobil menuju Boamau sampai Wodosambi. Boamau adalah sebuah kampung yang dihuni oleh orang-orang Mau dari wilayah Maunori.  Dikatakan Boamau karena ini sesungguhnya boa (kampung) orang Mau (pesisir). Kampung ini sangat istimewa bagi saya. Pendiri kampung ini adalah kakek Dombo Sina. Ayah saya adalah putera tertua dari Kakek Dombo Sina. Menurut sejarah tanah ini milik orang Kodi, yang atas jasa kakek kami dan seorang temannya  tanah ini diambil dari orang Kodi. Ada perjuangan dan tebusan.  Tanah ini diperoleh dengan tebusan  dari harta milik orang tua  Dombo Sina, kakek buyut kami Peti Jaja di Romba. Sekarang kampung ini telah jauh lebih besar dibandingkan d pada tahun 60-an hanya ada 6 buah rumah. Kini ada sebuah kapela dan sebuah sekolah dasar afiliasi. Sebuah sekolah jarak jauh yang bergabung dengan sekolah yang ada di Maaunori.

Sejak dibangun jalan ini, penduduk setempat sudah mulai menggunakan kendaraan sepeda motor. Saya berada di kampung Boamau ketika jalan sedang digusur. Masayarakat sangat tidak sabar menunggu untuk memanfaatkan jalan desa ini. Seorang anak rantau dari Timor kembali ke kampung ini dan membeli sebuah sepeda motor baru. Para bapa termasuk saya diundang untuk datang ke salah satu rumah. Tujuan pertemuan dijelaskan setelah merokok dan minum kopi. Dan yang menjadi tujuan pertemuan adalah KETAFA. Ketafa terdiri dari dua suku kata. Keta artinya dingin dan fa artinya sejuk. Ketafa artinya mendinginkan dan menyejukkan. Dalam acara ketafa ada kenduri sederhana. Seekor babi disembelih untuk acara ini. Darah segar dari kepala babi dibasahi pada roda kendaraan dengan mengucapkan beberapa kata memohon selamat. 

Ketafa bisa dikatakan sebagai pesta syukur. Syukur telah memperoleh berkat dan rejeki. Bagi orang Boamau sebuah kendaraan sepeda motor merupakan suatu pencapaian yang luar biasa. Patut disyukuri. Ketafa bisa juga merupakan sebuah manifestasi budaya takut. Ada rasa takut yang besar bagi orang Nagekeo akan rasa iri tetangga. Rasa iri tetangga akan berdampak negatif bagi sukses seorang. Rasa iri bisa membangkitkan niat-niat buruk untuk menyusahkan seorang. Seorang bisa sakit, celaka akibat ulah orang iri dengan menggunakan ilmu hitam (podo dan tola madi). Melalui acara ketafa ada tii ka pati minu (memberi makan dan minum) serta mbasa la tau wa tana (membasahi tanah dengan darah). Khusus bagi orang Keo dan Nagekeo umumnya tanah dipersonifikasi sebagai ibu dan bapa (ine tana ame watu). Sebagai ibu dia mempunyai hak untuk mendapatkan bagian dari syukur. Dan masyarakat diberi kesempatan untuk sadar bahwa semua yang istimewa dalam kampung halaman menjadi aset bersama. Kita punya. Dan sekali waktu bisa saling membantu. Maka patut diadakan syukur bersama melalui ketafa. Semua berharap agar kelak mesin tidak terlampau panas dan mengakibatkan kerusakan. Dengan demikian bisa berguna bagi pemilik dan sesama.

Ada yang patut kita khawatirkan. Upacara syukur ketafa berdampak negatif bagi siapa saja yang mampu membeli sebuah kendaraan atau peralatan modern. Bila ini ditradisikan, dan sudah ada gejala dilanjutkan, maka akan membebani hidup pemilik kendaraan kredit. Biaya yang dikeluarkan untuk acara ketafa tidak sedikit. Jauh labih menguntungkan bila biaya ini dimanfaatkan untuk keperluan pelunasan keredit motor atau lainnya.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in ADAT & BUDAYA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s