Kegaduhan Alarm Sahur Hari Pertama 2009

Teriakan sahur…sahur diIringi bunyi ketokan berbagai benda menjagakan tidurku. Kegaduhan pagi ini sedikit berkurang. Pada bulan puasa sebelumnya teriakan sahur begitu keras dan mengganggu. Ada banyak anak muda tanggung yang mengambil kesempatan berekspresi. Sabtu sore saya dan isteri mengajak seorang sahabat menikmati makan malam bersama di sebuah restauran di Junction Cibubur. Teman saya tidak ingin memesan sesuatu. Dia kurang bergairah karena sedang dilanda gejala penyakit typhus. Dan kami memesan menu yang lebih bersahabat dengan kondisi teman saya. Bebak panggang, bubur ikan dan sedikit sayur hijau. Setelah menikmati santap malam  kami menuju toko serba ada Carefour. Kami membeli persediaan untuk dirumah. Kurma salah satu yang kami beli. Saya memilih Kurma Tunisia. Kurma ini enak, legit, masih menempel pada tangkai buahdan tidak berlendir.  Makan kurma selalu mengingatkan pengalaman masa kecil di desaku Mauromba. Kurma hanya bisa dinikmati bila ada yang selesai menunaikan ibadah haji. Dua macam oleh-oleh yang paling terkenal  yaitu kurma dan air zamzam. Waktu itu saya tidak kebagian air zamzam karena persediaan terbatas.

Pengalaman makan kurma adalah ketika seorang kerabat kami menunaikan ibadah haji. Embu Muhamad Saleh Ria menunaikan ibadah haji. Haji adalah rukun Islam kelima yang dilakukan bila mampu. Ketika seorang pergi haji, persediaan makanan dan minuman di rumah sangat cukup. Ada persediaan padi satu mboda pale (bakul sepemeluk besarnya). Anak-anak tetap bersekolah. Tidak tanah terjual atau pun tergadai.  Pelita menyala siang dan malam. Ada kaitan dengan kepercayaan “api mbanga ” (tungku api tetap membara), sebuah doa bagi mereka yang merantau menggunakan perahu kayu. Penjaga rumah adalah anak-anak perawan berkerudung putih (jilbab). Pada masa itu jilbab belum terbiasa. Mereka menunggui rumah, mengaji tanpa henti dan menjaga agar pelita tetap menyala.

Kedatangan haji adalah sukacita  keluarga dan seluruh warga kampung. Ada peluk cium sejak perahu bersandar di bibir pantai. Sang haji akan muncul dengan pakaian kebesaran haji. Jubah,  dan sorban putih. Ada lilitan kuning dikepala sebagai mengikat sorban. Haji menjadi sebuah keagungan, kehormatan dan kebesaran. Suka cita dan keharuan bercampur aduk. Ada pesta semalam penuh. Rebana bertalu-talu mengiringi zikir diselingi musik diringi gitar dan ukulele serta biola kampung. Anak-anak ikut sukacita dalam acara makan besar. Saat itu saya ingat teman saya Haris membagi kurma. Masih teringat kenikmatan kurma itu sambil membiarkan bijinya berlama-lama dalam emutan mulutku. Saya sempat menjauhi kurma, sejak  menyaksikan tumpukan kurma di pasar Kramatjati. Menjijikan karena berdebu dan penuh lalat. Hari ini, Minggu adalah hari pertama Puasa. Saya menikmati kurma Tunisia bukan pada saat sahur dan buka. Karena saya memang tidak berpuasa.  Pada kesempatan ini saya mengucapkan kepada sahabat blogger yang berbuasa dan membaca posting ini: SELAMAT BERIBADAH PUASA.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s