ABON TUNA MBAY SEBUAH ANGAN

Gemas rasanya tiap kali aku menyaksikan daerah-daerah lain mempunyai berbagai hasil olahan makanan dan menjadi sebuah bisnis.  Soalnya daerah asalku Nagekeo seperti punya segalanya. Orang Mauromba  berkelimpahan pisang dan nanas.  Setiap rumah punya beberapa pohon mangga. Mau makan sendiri pasti tidak kuat. Mau menjual, jual dimana dan kepada siapa. Mereka berbagi makanan dengan babi-babi. Mereka masih sangat akrab dengan babi. Soalnya disana   kecuali beberapa orang yang memiliki televisi, selebihnya tidak tahu kalau ada flu babi sedang mengancam kehidupan manusia.

Ladang Emas dari Abon Tuna, sebuah judul memikat perhatian saya di Kompas halaman 21 Sabtu 22 Agustus 2009.  Kegemaran ibu Nurul Indah Khasana mengkonsumsi ikan membawanya pada ide mendirikan usaha abon tuna, yang dikenal dengan Abon tuna Khansa  Food and Snack di Sleman, Jogyakarta. Seorang teman saya, Mike Kuwado berkali-kali bicara dengana saya tentang potensi ikan laut utara Nagekeo. Ketika  berada di Korea, saya beberapa kali mengunjungi pasar ikan di Busan. Untuk suatu keperluan, saya berhubungan dengan banyak perusahaan kapal ikan Korea. Kapal-kapal ikan Korea Selatan banyak diawaki pelaut-pelaut handal dari Indonesia. Orang Korea dan Jepang terkenal banyak makan ikan. Mike selalu bilang ayo kamu ajak orang Korea  investasi di bidang ini di Nagekeo.  Kekayaan laut kita masih belum tergarap. Masuklah ke laut disana ada bau uang, sebuah ungkapan bombastis seorang calon bupati.Tetapi memang laut kita kaya ikan dan berarti punya nilai uang.

Sampai kapan kekayaan ikan laut wilayah utara dan selatan Nagekeo digarap? Kalau Sleman punya abon tuna, saya berangan-angan abon tuna Mbay menjadi kenyataan.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to ABON TUNA MBAY SEBUAH ANGAN

  1. kegelisahan om akan kami obati… setelah menimba ilmu di rantau sekarang kami kembali ke Nagekeo dengan membawa SDM yang handal dalam pengelolaan hasil kelautan dan perikanan… tapi kami tidak konsen untuk satu sektor saja… kami mencoba menyandingkan dengan potensi lain yg dimiliki nagekeo…
    satu menu yang siap kita luncur (Terung isi ikan), serta olahan lainnya kami siap menhadirkannya… mohon doa restunya

  2. Tanagekeo says:

    @Mosa daki: Saya pinjam tabik gaya Mario Teguh: Salam super. Semoga segera terealisir dan terus maju…Saya siap mempromosikannya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s