PINTAR DAN CERDAS

Orang pintar pasti cerdas. Tanpa mempedulikan pengertian dalam kamus,  menurut saya, pintar selalu berkaitan dengan kemampuan yang lebih. Dengan kapasitas otak yang cukup dan bahkan lebih, seorang  anak mampu belajar dengan baik dan memperoleh nilai bagus di sekolah. Atas kemampuannya dia disebut pintar. Anak pintar. Banyak orang pintar mudah menyelesaikan pendidikan. Setelah menyelesaikan pendidikan dalam jenjang tertentu mereka disebut berilmu. Memiliki pengetahuan cukup secara akademis.

Yang menarik perhatian saya begitu banyak orang yang secara akademis tidak luar biasa, tetapi mereka mampu menampilkan diri dengan baik. Mereka menjadi orang yang sukses dalam bekerja dan hidup. Mereka ini adalah orang-orang yang smart. Orang cerdas adalah orang yang pintar dan cekatan dalam berpikir dan bertindak. Ada dua penekanan yaitu berpikir dan bertindak. Hidup memang tidak bertumpu pada kegiatan berpikir. Hidup harus dijalankan dengan melakukan sesuatu. Hidup menuntut berbuat sesuatu. Pendidikan akademis memang diperlukan. Tetapi orang tidak dianggap sukses hanya dengan menyelesaikan pendidikan serta memiliki gelar atau ijazah.

Apa yang membedakan antara seorang akdemis yang pintar dengan seorang cerdas, yang mempunyai inisiatif untuk berbuat sesuatu? Kini kita sudah menjadi biasa dengan kata smart. Kata smart  berarti lebih dari sekedar pintar secara ilmu pengetahuan. Smart mengandung arti pintar dalam berpikir, dan mengelola kehidupan. Hidup menjadi dinamis, bergerak maju. Hidup seolah berenergi, karena ada aksi nyata untuk memwujudkan kehidupan. Berbuat sesuatu. Bekerja untuk memperlihatkan apa yang ada dalam pikiran kita. Karena itu kita mudah membedakan seorang dari perbuatannya. Hasil pekerjaan menunjukkan kepintaran seorang. Seperti para pelukis, kehandalan seni seorang diketahui dari lukisannya. Lukisan adalah hasil pekerjaan. Melalui hasil pekerjaan orang bisa memahami apa yang ada dalam pikiran.

Hidup ternyata tidak tergantung hanya pada  pencapaian sukses secara akademis. Hidup yang sukses tergantung pada bagaimana seorang mengelola kehidupan. Ini yang disebut smart. Seorang berpikir dan bertindak cepat sesuai dengan situasi dan kondisi. Orang-orang yang mampu mengelola kemampuannya, betapa pun terbatasnya itulah sukses. Kita mungkin menertawakan orang-orang yang berpikir dangkal dalam acara-acara televisi. Tetapi mereka mengelola keterbatasannya menjadi sebuah kekuatan dan jalan mencapai sesuatu. Mereka adalah orang smart, cerdas mampu berpikir dan berbuat sesuatu.  Dalam acara empat lawan satu, saya menyaksikan Inul Daratista, penyanyi goyang ngebor. Inul hanya seorang tamatan SMP. Inul memperlihatkan kecerdasan dalam acara adu argumen itu. Dan Inul ternyata sukses dalam hidup melalui karya nyata, yaitu menyanyi. Tukul Arwana dan masih banyak yang bisa disebut untuk memnggambarkan bahwa sukses hidup tidak ditentukan oleh kelulusan dalam bidang akademis. Sukses tergantung dari usaha dan kerja keras. Berpikir harus disusul dengan berbuat sesuatu.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s