ARISAN PARA BAPA SATU ERTE

Tadi malam ada arisan para bapa RT06/RW Cijantung. Tempat saya menikmati kehidupan sebgai rakyat kecil selama lebih dari 20 tahun. Hubungan dengan masyarakat se RT sangat menyenangkan, Bebrapa teman kami  sebetulnya sudah punya uang untuk mencari rumah yang lebih besar dan nyaman di tempat lain.  Mereka urungkan nniat karena suasana yang menyenangkan. Saya selalu mempunyai rasa istimewa di lingkungan ini. Anak-anak kecil yang biasa bermain di halaman Mushola selalu berebutan mencium tanganku setiap kali berjumpa. Mulanya mereka sangat dekat adalah ketika ada perayaan hari kemerdekaan saya menjadi ketua panitia. Saya bekerja keras mengumpulkan barang dari teman-teman bisnis dan juga uang yang cukup untuk sebuah perayaan satu RT. Dan seorang anggota panitia juga punya relasi dengan perusahan permen raksasa. Dan ketika kami menyodorkan proposal pesta, jasa teman saya dalam kaitan dengan pabrik permen diganti dengan permen. Maka berlimpah ruah permen di rumahku untuk pesta itu. Dan itu kenangan yang selalu mereka ingat. Dan berbagai hadiah yang mudah saya kumpulkan membuat pesta sangat meriah.

Pertemuan arisan bapa-bapa sesungguh pertemuan yang sangat menjemukan. Tidak ada yang istimewa selain dengar pengumuman dari pak RT. Dan bapak RT kalau bicara suka tidak ada konsep jelas dan terlalu panjang. Kalau dia mengemukakan suatu masalah biasanya tanpa ada solusi. Bosan, dan sungguh bosan, banyak teman suka pada ngobrol tidak mendengarkan. Pertemuan tadi malam adalah pertemuan yang ketigabelas. Saya sudah alpa selama dua belas kali. Akhir-akhir ini saya memang tidak lagi punya waktu untuk berjumpa dengan teman-teman seerte. Saya harus membayar uang arisan yang masih terhutang sebanyak 12 kali. Saya membayar lunas dan sesudahnya ternyata saya mendapat undian. Karena masih ada empat orang, dan dua orang tidak datang., maka saya dan seorang teman mendapat udnian. Dan uang  masuk kantong saya lagi. Arisan berikut akan diadakan di rumah saya. Dan ada rencana kami akan bakar-bakar ikan lagi. Pernah suatu waktu ada acara bakar ikan di halaman rumahku. Ternyata semua termasuk anak-anak datang kerumahku. Isteriku harus sibuk mengurus lebih dari seratus piring nasi. Ikan kue berukuran sedang yang dibeli dari Muara Karang habis dipanggang dan disantap dengan sambal. Kata mereka itu sambal Flores. Cabe dipotong-potong dan kemudian dicampur kecap. Sedap…. kami akan mengulangi sekali lagi. Mungkin sesudah lebaran sebagai acara bersilaturahim.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s