LAPTOP DAN BEBERAPA HP JADI MODAL USAHA

Beberapa hari lalu saya berbicara dengan seorang pegawai Banquet Hotel Sangri La, tetanggaku. Isterinya bekerja di hotel dalam bidang yang sama di Hotel yang untuk kedua kali diledakan terorist maha kejam itu.  Dan adik iparnya lelaki bekerja di Restoran Hotel yang juga diledakan. Kedua anak manusia ini terselamatkan hanya gara-gara tanpa sengaja digeser ke sore hari tidak seperti biasanya. Syukur mereka selamat. Dan kami diundang untuk berbagi sukacita dalam doa dan jamuan istimewa.

Sebagai pegawai hotel, dia bercerita bahwa ada seorang yang hampir setiap hari duduk di lobi hotel. Kerjanya hanya menelpon dan menjawab telepon dari beberapa Hpnya. Sebuah laptop selalu menemaninya. Minikmati menu hotel dan memiliki kendaraan berkelas. Aku heran, apa kerjanya, kata Bruara tetanggaku.

Bila kita mengunjungi hotel-hotel berbintang di Jakarta akan berjumpa dengan anak manusia seperti cerita tetanggaku. Tanpa mengurangi rasa hormat saya pada orang-orang baik, tetapi terus terang bila mau jujur kejahatan kota dilakukan oleh orang-orang yang berkeliaran di hotel sekelas tamu hotel yang dikagumi Bruara. Kalau omong-omong tentang mobil mewah, bagi orang kota itu bukan ukuran. Mobil bisa sewa, kredit dan pasti ada yang punya sendiri karena bisa beli. Bisa beli juga belum tentu dengan uang sendiri yang halal penuh keringat sejidat, atau kata orang saya “lunga jeka pa’a amo”(keringat membasahi pangkal paha. Ya, karena orang saya baru bisa dapat uang harus bergerak dari rumah, berjalan, memanjat pohon kelapa, mengiris tuak. Jelas saja keringat membasahi seluruh tubuh termasuk bagian paling tertutup.Kesulitan ekonomi  membuat orang kampung saya tak sempat makan enak dan jadilah mereka manusia berbadan ideal, tubuh tak berlemak.

Apa sih kegiatan orang-orang bermodal Laptop dan HP itu. Ya itulah kegiatan menelpon dan menerima telpon. Lalu bisnis utamanya apa. Jangan tanya dia spesialisnya apa. Karena  dia itu Orsebi (orang serba bisa) dan toserba (toko serba ada). Semua bisa dilayani.  Omongan mereka selalu tentang hari esok penuh janji seribu bohong. Mereka pembual informasi paling ahli. Siapa yang menguasai informasi dia menguasai dunia. Mereka jadi katalog untuk menemukan barang yang tersimpan dalam toko serba ada dengan ruang tanpa batas dibalik dasi dan jas perlente. Bila tidak hati-hati kita terjebak dalam permainan mereka. Orang-orang yang terjebak bukan orang kelas bawah. Karena hotel bukan tempat bagi orang kelas bawah. Tetapi orang-orang yang mereka manfaatkan justeru orang kelas atas termasuk pengusaha dan pejabat.  Gubernur dan bupati, apa lagi yang berasal dari daerah-daerah minus, yang kurang bergaul, kurang paham dan kurang segalanya ini merupakan sasaran empuk mereka. Janji mendapatkan dana besar dan kerja sama proyek  paling menarik bagi petinggi daerah. No free lunch kata orang Inggeris.  Memberi untuk diberi kata orang Romawi Latin. Bagi orang serba bisa tidak ada yang susah buat bayar makan dengan menu hotel berbintang. Karena buntutnya adalah kantong pejabatnya lebih dalam bahkan sampai robek terkuras. Itulah kegiatan yang diherani tetangga saya. Mengeluarkan sedikit untuk meraih yang semaksimal dapat.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in EKONOMI. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s