KERAJINAN MENGANYAM SEKEDAR PENGISI SENGGANG

UMUM 762Saat ini plastik benar mendunia. Di Nagekeo mboda(keranjang dari pandan dan daun lontar) hampir tersisihkan. Pada perhelatan adat, dimana ine-weta ane-ana membawa pulang beras dan daging yang biasa ditempatkan di dalam mboda sekarang diganti dengan barang berbentuk sejenis dari plastik.  Hampir di setiap rumah atau pondok orang Nagekeo akan ditemukan keranjang plastik (jenis mboda yang bertali) teronggok di sudut-sudut rumah.

Berbagai masalah bakal timbul. Kelak akan ada penumpukkan sampah plastik. Kalau saja masyarakat membakar akan tertinggal residu plastik yang mencemarkan lingkungan. Flores memang semakin tercemar limbah plastik. Lihat saja pantai-pantai pasir di wilayah Sikka, Maumere begitu banyak sampah plastik buangan dari kapal-kapal ikan.

Dampak lain adalah orang Flores masih belum membedakan plastik layak pakai untuk makanan basah. Banyak yang masih menggunakan kantong plastik kresek berwarna hitam untuk mengirim nasi dan daging siap santap. Dalam satu kesempatan kami pernah memberikan penyuluhan di sebuah SMP bahwa plastik jenis ini berbahaya. Itu adalah plastik daur ulang dari sampah yang menjijikan. Dan tidak sekedar sampah kotor, tetapi zat kimianya sangat membahayakan kesehatan.

Perlu sebuah gerakan untuk kembali menganyam “mboda” (keranjangan) dari pandan(re’a) dan daun lontar (kodi)serta daun gebang (mbolo). Kalau saat ini menganyam hanya sekedar pekerjaan pengisi senggang waktu, maka perlu diarahkan menjadi sebuah industri rumah yang terkoordinir. Bila hal ini bisa dilakukan maka akan ada sentra kerajinan anyam atau semacam ‘SOJA NGANA”, dimana berbagai produk anyam diproduksi secara berkelanjutan. Secara otomatis akan muncul warung-warung kerajinan anyam . Pada acara adat yang membutuhkan “mboda pora are”, orang akan dengan mudah memesannya. Dengan demikian akan ada pengembangan dan peningkatan atau pemberdayaan ekonomi rakyat kecl. Pemerintah Nagekeo harus turut memotivasi masyarakat untuk mengembangkan kerajinan ini dengan menciptakan kader-kader wirausaha.

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in EKONOMI. Bookmark the permalink.

4 Responses to KERAJINAN MENGANYAM SEKEDAR PENGISI SENGGANG

  1. norfug says:

    saya suka kerajinan

  2. tanagekeo says:

    @ norfug: Saya sudah menghubungi penggerak kerajinan di desa. Tetapi sampai saat ini saya belum temukan pasar yang serius dan berkelanjutan. Jika berminat hubungi vitalisranggawea@yahoo.com

  3. Mosadaki says:

    sy sepakat… tapi kita harus berani memberi harga yg mahal.. bukan krn kualitas yg kita beli akan tetapi prosesnya yg kita nilai..

  4. Tanagekeo says:

    @Mosadaki: proses bermuara pada kwalitas. Ketika proses hanya sekedar melewati tanpa pengawasan maka tak akan pernah memperoleh barang tau produk berkwalitas.

    Untuk pengerajin anyaman di Nagekeo perlu memahami beberapa kerumitan proses untuk mencapai kwalitas yang prima. Dengan demikain berlaku ungkapan segala sesuatu yang baik pasti punya tempat atau punya harga sendiri..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s