WARTAWAN MENGANCAM

Sudah beberapa kali seorang mengaku wartawan BS menghubungi saya. Ada  SMS : “Kapan bisa kita ketemu, kita mau besahabat dan menjadi mitra tidak perlu Bapak sangsi. Itu yang kami inginkan mohon dimengerti. Saya sudah beberapa kali datang. Dari T…. SK Bs”

Dalam telepon hari ini dia minta waktu saya. Saya mengatakan nanti saya sediakan waktu. Dia bicara dengan nada keras. Apakah saya mau atau tidak, sebuah sikap menekan dan mengancam. Saya balik bersikeras. Bukan soal mau dan tidak mau. Tetapi saya menganggap sebagai seuatu yang menekan. Saya tidak suka. Kami putus hubungan. Saya mencari tahu nomor telepon Buser. Dan saya mendapatkan nomor telepon. Tidak ada jawaban.  Lama kemudian dia menelpon balik dan mengaku wartawan yang baru saja mengontak saya.  Saya mengatakan apakah  bisa bicara dengan pimpinan redaksi atau pemilik media. Lalu saya melangatakan kalau anda pimpinan, jelas ini berarti saya berbicara dengan pimpinan. Saya mengatakan saya ingin berhubungan langsung dengan pimpinan  redaksi/medianya. Karena pada dasarnya saya tidak mengehendaki diperlakukan demikian. Apakah itu caranya perlakuan wartawan kepada seorang narasumber?

About Ata Lomba

Nagekeo kabupatenku. Keo Tengah Kecamatanku. Maunori tempat ari-ariku. Mauromba tempatku belajar merenangi laut Sawu dan melewati Sekolah Dasar. Mataloko dan Ledalero almamaterku. Jakarta tempat ku berlabuh.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s